Berita

Jurubicara pemerintah untuk penangan virus corona, Achmad Yurianto/RMOL

Kesehatan

Ini Data Delapan Pasien Terbaru Yang Dinyatakan Positif Corona

SELASA, 10 MARET 2020 | 19:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemerintah kembali mengumumkan total jumlah pasien yang terjangkit virus corona baru (Covid-19) per pukul 17.00 WIB, Selasa (10/3).

Jurubicara pemerintah untuk penangan virus corona, Achmad Yurianto menjelaskan, pihaknya kembali mendapat hasil tes spesimen dari sejumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di beberapa rumah sakit.

Setidaknya, terdapat 8 orang PDP yang kembali positif terjangkit virus asal Wuhan, China ini.


"Hari ini saya sampaikan penambahan konfirmasi positif dari nomor urut 20-27. Total jumlah 8," kata Achmad Yurianto di Isana Kepresidenan Jakata, Selasa (10/3).

Berikut data delapan pasien corona baru yang dirilis pemerintah:
  1. Pasien kode 20, perempuan berumur 70 tahun. Kasus diketahui setelah tracing atau pelacakan dari sub klaster Jakarta.
  2. Pasien kode 21, perempuan berumur 47 tahun. Kasus diketahui setelah tracing atau pelacakan dari sub klaster Jakarta.
  3. Pasien kode 22, perempuan berumur 36 tahun. Kasus diketahui karena imported case atau berpergian ke negara terjangkit corona.
  4. Pasien kode 23, perempuan, umur 73 tahun. Kasus diketahui karena imported case atau berpergian ke negara terjangkit corona.
  5. Pasein kode 24, laki-laki berumur 46 tahun. Kasus diketahui karena imported case atau berpergian ke negara terjangkit corona.
  6. Pasien kode 25, perempuan berumur 53 tahun WNA. Kasus diketahui karena imported case atau berpergian ke negara terjangkit corona.
  7. Pasien kode 26, laki-laki berumir 46 tahun WNA. Kasus diketahui karena imported case atau berpergian ke negara terjangkit corona.
  8. Pasien kode 27, laki-laki berumur 33 tahun WNI. Kasusnya diduga karen local transmision.

Atas penambahan ini, tercatat jumlah kasus positof corona di Indonesia menjadi 27.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya