Berita

Menko Perekonomian saat beridkan draf RUU Cipta Kerja/RMOL

Politik

Draf RUU Ciptaker Dinilai Rugikan Buruh, Sarbumusi Tarik Presidennya Dari Tim Pembahas

SELASA, 10 MARET 2020 | 18:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (K- Sarbumusi) mengapresiasi Kementerian Koordinator Perekonomian RI yang telah melibatkan Presiden K-Sarbumusi sebagai dalam anggota tim Koordinasi Pembahasan dan Konsultasi RUU Omnibus Law Bidang Ketenagakerjaan.

Kendati begitu, DPP K-Sarbumusi tetap menyayangkan atas sikap pemerintah dalam hal ini Kemenko Perekonomian yang tidak melibatkan Sarikat Pekerja atau sarikat Buruh sejak awal penyusunan draf  RUU Cipta Lapangan Kerja.

Melalui pernyataan sikapnya, DPP K- Sarbumusi menilai draf RUU Cipta Lapangan Kerja yang telah dikirim oleh pemerintah ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) banyak merugikan pihak pekerja/buruh.


"Serta berdampak pada menurunnya tingkat kesejahteraan, perlindungan pekerja, serta kebebasan dan kemerdekaan berserikat bagi pekerja/buruh dimasa yang akan datang serta pasar kerja liberal dengan membuka kran selebar-lebarnya untuk pekerja asing," tegas pernyataan sikap tersebut yang langsung di tand tangani Presiden K-Sarbumusi, Syaiful Bahri Anshori.

Selanjutnya DPP K-Sarbumusi menilai bahwa isi draf RUU Ciptaker telah banyak menyimpang dari cita-cita luhur bangsa dalam memajukan kesejahteraan umum dan melindungi segenap bangsa Indonesia sebagaimana yang tercantum dan diamanatkan oleh Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Selain itu, draft dan naskah Akademik RUU Ciptaker secara resmi telah disampaikan ke DPR RI sehingga tim tidak lagi berhak dan memiliki kewenangan dalam melakukan perubahan RUU tersebut, mengingat kewenangan saat ini ada di DPR RI.

Oleh karena itu, DPP K-Sarbumusi memandang tidak seharusnya pemenuhan hak-hak pekerja/buruh beserta perlindungannya direduksi dan dikontradiksikan dengan investasi, tetapi harus sebaliknya, investasi mestinya ditujukan untuk kesejahteraan warga negara termasuk pekerja/buruh.

"K-Sarbumusi menyatakan menolak penunjukan Presiden Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia serta menyatakan keluar dari Tim Pembahasan dan Konsultasi Publik RUU Cipta Lapangan Kerja," tegasnya.

Selanjutnya DPP K Sarbumusi terus mendorong pemerintah agar dibangunnya dialog sosial yang konstruktif, saling mengedepankan kepentingan bersama dalam kerangka Tripartit.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya