Berita

Ilustrasi Pertamina/Net

Publika

Harga Minyak Mentah Makin Merosot, Siapa Suruh Pertamina Beli Ladang Minyak Asing!

SENIN, 09 MARET 2020 | 13:49 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

LADANG minyak asing yang habis masa kontrak dibeli oleh Pertamina.

Pengorbanan uang dalam jumlah sangat besar telah dialokasikan Pertamina untuk membeli ladang-ladang minyak milik swasta asing akan dan telah habis masa kontraknya. Ladang minyak yang belakangan memang mau ditinggalkan oleh asing karena memang sudah tua, dan harga minyak mentah dalam lima tahun terakhir makin tidak menguntungkan.

Sialnya! Semua ladang-ladang minyak eks swasta tersebut dibeli dengan dana utang. Seperti Chevron dibeli dengan dana utang global bond sebesar 750 juta dolar AS. Ladang minyak yang sudah berusia 100 tahun, yang sudah menyisakan rongga-rongga bawah tanah di Riau, dibeli dengan sangat mahal oleh Perusahaan BUMN.


Pemerintah Jokowi sangat bangga dengan pembelian oleh BUMN Pertamina. Hal ini menjadi bahan kampanye untuk memenangkan pilpres 2019 lalu.

Meskipun sudah membayar mahal Blok Rokan, namun untung Pertamina belum boleh memasuki blok tersebut, sampai tahun 2021. Jadi tidak ada kewajiban melakukan pengeboran, ekploitasi minyak dan tidak ada kewajiban meningkatkan produksi minyak nasional.

Semua masih tanggung jawab Chevron, menyedot minyak untuk dijual kepada negara dan biayanya diganti oleh negara. Coba kalau Pertamina yang kerjakan Blok Rokan sekarang, maka tidak lagi menganut cost recovery system, namun menggunakan skema gross split atau bagi kotor.

Berbeda dengan Blok Mahakam juga dibeli oleh Pertamina dengan mahal, namun apes setelah dibeli harga minyak mentah terus merosot. Bahkan hari ini harga minyak mentah hanya 41 dolar per barel (Maret 2020). Jadi sudah pasti seluruh kegiatan hulu migas dilanda kerugian.

Sudah banyak perusahaan swasta asing berguguran satu persatu. Hal yang sama akan terjadi pada seluruh kegiatan hulu Pertamina.

Memaksakan diri memproduksi minyak mentah namun berakhir buntung. Itulah yang akan dihadapi Pertamina sekarang. Semua kegiatan hulu Pertamina dipastikan akan tekor. Karena memaksakan diri menggenjot produksi dengan teknologi macam-macam dan mahal, sementara minyak semakin tidak ada harganya dibandingkan dengan biaya yang dikorbankan.

Oleh karenanya ke depan, tak perlulah Pertamina membeli ladang-ladang minyak asing yang habis masa kontrak. Seharusnya pemerintah menyerahkan secara otomatis blok-blok tua renta tersebut kepada Pertamina secara gratis.

Dengan demikian tidak perlu BUMN ketiban sial akibat harga minyak mentah yang terus merosot sementara sudah keluar uang besar dan sudah utang besar.

Penulis adalah peneliti dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya