Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Suri Tauladan Budi Pekerti

JUMAT, 06 MARET 2020 | 00:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

BERANEKA ragam perilaku masyarakat menghadapi ancaman musibah virus Corona yang telah menghebohkan umat manusia di planet bumi masa kini.

Perilaku

Ada yang ketimbang menanggulangi musibah malah lebih sibuk mencari kambing-hitam untuk disalah-salahkan sebagai biang keladi yang bertanggung-jawab atas terjadinya musibah. Ada yang kreatif bikin meme-meme lucu-lucu yang pada hakikatnya kurang lucu akibat penyakit menular memang bukan sesuatu yang lucu .


 Ada yang mendadak terserang virus panik maka ganas menyerbu department store demi memborong  makanan-jadi mau pun bahan makanan untuk ditimbun akibat kuatir tidak tersedia lagi makanan akibat musibah virus Corona.

Masker

Ada yang panik memborong masker penutup mulut dan hidung agar punya stock cukup banyak untuk menangkal penyakit saluran pernafasan akibat virus Corona yang memang mudah menular itu.

Ada yang memanfaatkan suasana panik virus Corona sebagai alasan menimbun masker sebanyak mungkin untuk dilepas ke pasar dengan harga setinggi langit  apabila sediaan masker sudah melangka.

Namun yang paling mengerikan adalah yang tega mengumpulkan masker bekas yang sudah dibuang ke tong sampah untuk kemudian didaur-ulang lalu dijual sebagai masker baru dengan harga semahal mungkin. Maka pemerintah Singapura tegas mengancam akan menangkap dan menghukum siapa pun yang menaikkan harga jual masker di masa kemelut virus Corona.

Jepang

Lain padang lain belalang maka lain masyarakat lain perilaku seperti  perilaku masyarakat Jepang dalam menghadapi ancaman virus Corona. Untuk ke sekian kali masyarakat Jepang membuktikan taraf peradaban mereka dalam menghadapi musibah bencana alam.

Tanpa ancaman hukuman apa pun, para penjual masker di Jepang secara sukarela malah memasang papan promosi bukan menaikkan namun menurunkan alias mendiscount harga masker yang mereka jual.

Masyarakat Jepang justru melawan dalil kodrat ekonomi kapitalisme bahwa makin besar kebutuhan konsumen atas suatu produk maka produsen memiliki kesempatan emas untuk menaikkan harga jual produk yang dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat Jepang  menampilkan suri teladan budi-pekerti dengan mengutamakan nilai kemanusiaan jauh di depan  nilai komersial.

Maka saya mohon izin untuk membungkukkan badan saya yang sudah mulai bungkuk akibat dimakan usia ini demi mengungkap rasa hormat saya kepada masyarakat Jepang sambil mengucapkan ARIGATOU GOZAIMASU!
Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan serta pembelajar peradaban umat manusia

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya