Berita

Penanganan kasus virus corona di China/Net

Politik

Kronologi Penanganan Pasien Corona Seperti Benang Kusut

KAMIS, 05 MARET 2020 | 18:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah keterangan dari pemerintah mengenai proses penanganan terhadap virus corona baru atau Covid-19 masih mengganjal di benak publik. Mulai dari uraian penyebab pasien bisa positif corona hingga klaim tindak lanjut terhadap penanganan kasus ini. Pasalnya keterangan itu bertentangan dengan yang disampaikan pasien.

Dalam sebuah keterangan kepada wartawan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengurai bahwa pasien 1 dan 2 tertular oleh warga negara Jepang yang berkunjung ke rumah kedua pasien. Disebutkan bahwa WN Jepang yang tinggal di Malaysia adalah teman dekat pasien.

“Teman dekatnya datang ke rumah. Di sini, di daerah Depok," kata Terawan usai pengumuman ada warga Indonesia positif corona, Senin lalu (2/3).


Namun saat mengulangi kronologi itu, keterangan mantan kepala RSPAD Gatot Subroto tersebut berubah. Disebutkan bahwa pasien tertular saat menghadiri acara dansa di Jakarta.

"Dia dansa dengan teman dekatnya, tanggal 14 Febuari," kata Terawan.

Sementara berdasarkan keterangan pasien 2 ke wartawan, anaknya yang merupakan pasien 1 tidak sama sekali mengenal WN Jepang yang menulari.

Perjumpaan dengan WN Jepang disebutkan terjadi saat sang anak mengisi acara sebagai pembawa acara di Kemang. Di mana dalam acara itu ada seorang perempuan WN Jepang, yang belakangan juga positif corona di Malaysia, turut hadir.

Pasien tersebut mengatakan, saat itu anaknya menjadi host dalam sebuah acara yang diselenggarakan di daerah Kemang. Kebetulan, saat itu ada seorang perempuan WN Jepang di acara tersebut.

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pemerintah mengetahui dua warga terjangkit corona setelah melakukan penelusuran terhadap WN Jepang yang dinyatakan positif corona usai meninggalkan Indonesia.

Kata Jokowi, pemerintah menelusuri jejak orang Jepang tersebut, mulai dari tempat yang dikunjungi hingga dengan siapa yang bersangkutan berinteraksi.

Seolah menguatkan, Menkes Terawan juga menyatakan bahwa penemuan pasien corona dilakukan setelah pemerintah mendapat info dari Malaysia soal WN Jepang dan kemudian melakukan penelusuran.

Sementara berdasarkan pengakuan pasien pada wartawan, disebutkan bahwa mereka sendiri yang meminta untuk dilakukan tes corona. Hal ini seiring kabar dari seorang rekan bahwa WN Jepang yang hadir di acara dansa positif corona.

Di satu sisi, kedua pasien memang terus mengalami batuk dan demam yang tidak kunjung sembuh. Keduanya lantas berobat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok dan mengajukan tes corona.

Pasca mengajukan permintaan itu, mereka langsung dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso. Keduanya bahkan mengaku baru tahu positif corona setelah Jokowi mengumumkan ke publik.

Kejanggalan-kejanggalan ini semakin membuktikan bahwa kronologi dari kasus penanganan virus mematikan dari Wuhan, China ini seperti benang kusut. Dibutuhkan kejelasan tanpa ditutup-tutupi agar rakyat merasa aman dan terlindungi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya