Berita

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono/Net

Politik

Hendropriyono: Bukan Razia Yang Dibutuhkan Saat Ini, Tapi Buka Keran Impor Masker Secara Cepat

KAMIS, 05 MARET 2020 | 17:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ada banyak yang bisa kita lakukan di tengah wabah virus corona ini. Aktif melakukan pencegahan penularan, berinisiatif untuk melakukan pola hidup sehat untuk diri sendiri dan orang di sekitar, dan bahu-membahu menyediakan kebutuhan medis yang diperlukan seperti masker, sanitizer, zat antiseptik, atau minimal sabun.

Kerja sama inilah yang dibutuhkan saat ini sebagai aksi nyata di dalam masyarakat. Sedangkan untuk pemerintah aksi nyata tersebut bisa lebih luas lagi dilakukan sesuai dengan perannya.   

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono mengatakan, penanganan virus corona mestinya dilakukan dengan kerja konkret, tidak cukup hanya dengan berdoa saja.


Di tengah wabah corona yang mulai masuk ke Indonesia, ia kurang menyetujui cara menteri yang hanya mengimbau masyarakat terus berdoa. Menurutnya, bekerja fisik sangat dibutuhkan saat ini.

"Menteri jangan nyuruh-nyuruh rakyat untuk berdoa saja. Menteri-menteri harus kerja fisik, yang nyata dilihat dengan panca indera rakyat," ujar Hendropriyono kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (5/3).

Untuk persoalan penimbunan masker, Hendropriyono menyarakan agar pemerintah memacu industri kecil untuk memproduksi masker. Hal itu jauh lebih efektif daripada merazia di saat keadaan darurat.

"Terhadap reaksi COVID 19, bukan razia yang diperlukan saat keadaan darurat pasar. Bukan melarang pedagang nimbun masker. Tapi pemerintah yang harus bantu pacu dengan kilat industri UKM masker. Industri itu kan sangat sederhana, yang sangat responsif terhadap permintaan pasar. Beda dengan penimbunan beras, karena hasil pertanian memang tidak responsif terhadap permintaan pasar yang mendadak," urainya.

Selain mendorong industri dalam negeri skala kecil untuk produksi masker, keran impor masker juga harus dibuka demi memenuhi permintaan.

"Di samping itu buka keran impor masker secara cepat dari seluruh dunia," imbaunya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

KPK Tak Gentar Hadapi Praperadilan Mantan Waka PN Depok

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:19

Ordal, pada Perspektif Rawls

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:54

KPK Telusuri Duit Panas Cukai ke Pengusaha Rokok

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:23

DPR Geram Ada PRT Tewas: Negara ke Mana?

Minggu, 03 Mei 2026 | 19:17

Spirit Airlines Jadi Maskapai AS Pertama yang Bangkrut akibat Perang Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:03

Renault Triber 2026, Sensasi Mobil Keluarga Rasa Eropa Harga Rp 106 Jutaan

Minggu, 03 Mei 2026 | 17:01

Trump Ragu Terima 14 Syarat Damai Baru dari Iran

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:33

DPR Ungkap Ada Skenario Damai di Balik Kasus PRT Tewas di Jakpus

Minggu, 03 Mei 2026 | 16:09

Andi Arief Ingatkan Militer Masuk Pemerintah karena Sipilnya Koruptif

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:59

Menlu AS Sambangi Vatikan usai Perseteruan Trump dan Paus Leo XIV

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:26

Selengkapnya