Berita

Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio/RMOL

Politik

Identitas Pasien Corona Berujung Protes, Komunikasi Pemerintah Harus Diperbaiki

KAMIS, 05 MARET 2020 | 15:57 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah diminta memperbaiki gaya komunikasi saat menyampaikan perkembangan virus corona baru atau Covid-19 yang masuk ke Indonesia.

Hal itu menyusul tekanan psikologis yang dialami dua pasien positif virus corona lantaran data pribadinya dibeberkan ke publik.

"Komunikasi pemerintah harus diperbaiki yang jelas. Pak Menkes menyebutkan sebuah daerah (tempat tinggal pasien) saja menurut saya kurang tepat, kemudian diperparah lagi Walikotanya (Depok) nyebut nama dan tempat tinggalnya," ucap Founder KedaiKOPI, Hendri Satrio alias Hensat saat diskusi publik bertema 'Corona Ujian kebersamaan Bagi Indonesia' di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (5/3).


Padahal kata Hensat, pemerintah hanya cukup memberikan informasi ada tidaknya masyarakat yang positif corona tanpa menyebutkan tempat tinggal pasien tersebut.

"Sebenarnya cukup saja (katakan) ada dua orang ditemukan, saat ini sudah ditangani dengan baik oleh tim medis Indonesia. Itu sebenarnya cukup, enggak perlu mengatakan wilayahnya. Ini Depok mungkin harga tanahnya sekarang lagi turun tuh gara-gara itu," jelas Hensat.

Oleh karena itu, ke depan Presiden Joko Widodo diminta untuk mengoordinasikan jajaarannya untuk hati-hati dalam menyampaikan informasi agar tak membuat gaduh publik.

"Jadi menurut saya komunikasi publiknya harus diperbaiki," pungkasnya.

Menkes Terawan Agus Putranto sebelumnya menyebut pasien positif corona tinggal di Depok, Jawa Barat. Bahkan informasi tersebut disampaikan lebih detail oleh Walikota Depok, Muhammad Idris Abdul Somad dengan menyebut nama perumahan pasien. Idris juga mengatakan lokasi rumah pasien satu kompleks dengan Kapolri Jendral Idham Azis.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya