Berita

Demo Omnibus Law RUU Ciptaker/RMOL

Politik

Mulai Bubarkan Diri Tanpa Hasil, Mahasiswa Ancam Bawa Massa Lebih Besar

RABU, 04 MARET 2020 | 18:27 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ratusan mahasiswa dari BEM-SI se-Jabodetabek yang menggelar aksi menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/3) mulai membubarkan diri.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di lokasi, sekitar pukul 17.45 WIB, massa berangsur meninggalkan gedung DPR RI .

Sebelum membubarkan diri, mereka mengungkapkan kekecewaannya lantaran tidak bertemu dengan anggota dewan yang tengah reses.


Mereka pun mengancam akan membawa massa yang lebih besar lagi untuk berdemonstrasi menolak Omnibus Law RUU Ciptaker.

"Kami akan meningkatkan eskalasi massa yang lebih besar lagi kawan-kawan," tegas orator dari atas mobil komando.

Sekadar informasi, dalam aksinya tersebut, para mahasiswa ini membawa lima tuntutan kepada DPR RI. Adapun, lima poin yang menjadi tuntutan aksi mereka yakni;

1. Menolak dengan tegas pengesahan RUU Cipta Kerja, karena bertentangan dengan UU 15/2019 Bab 2 Pasal 5 dan Bab ll Pasal 96 tentang perubahan UU 12/2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

2. Menolak upaya sentralisasi kekuasaan melalui konsep Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang menciderai semangat reformasi.

3. Menolak penghapusan hak pekerja meliputi jaminan pekerjaan, jaminan pendapatan, dan jaminan sosial sesuai UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

4. Menolak penyederhanaan izin investasi yang berdampak pada kerusakan lingkungan sesuai dengan UU 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

5. Mendesak pemerintah membuka ruang partisipasi untuk masyarakat dalam setiap penyusunan dan perubahan kebijakan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya