Berita

Demonstrasi mahasiswa tolak Omnibus Law Ciptaker/RMOL

Politik

Cacat Formil, Jadi Alasan Mahasiswa Tolak RUU Omnibus Law Ciptaker

RABU, 04 MARET 2020 | 16:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ratusan mahasiswa lintas kampus yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) se-Jabodetabek masih berdemonstrasi menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Koordintor Pusat BEM-SI, Remy Hastian mengatakan bahwa yang melatarbelakangi mahasiswa menolak RUU Ciptaker karena dinilai cacat formil. Sebab, DPR dan pemerintah tidak melibatkan stakeholder terkait saat pembahasan.

"Yang menjadi penolakan bagi kita Omnibus Law ini cacat formil. Partisipasi menjadi poin, partisipasi secara masif dari kaum buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil itu tidak dilibatkan," tegasnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (4/3).


Menurut dia, DPR dan pemerintah hanya melibatkan beberapa pihak yang dianggap memuluskan kepentingannya semata yakni menggoalkan RUU Omnibus Law Ciptaker. Karena itu, mahasiswa menyatakan sikap menolak RUU sapu jagat tersebut.

"Kita melihat satgas yang dibentuk adalah pengusaha, elit karena berpihak pada pengusaha. Itu menjadi penolakan bagi kami," pungkasnya.

BEM-SI se-Jabodetabek ini terdiri dari beberapa kampus antara lain; UNJ, Universitas Djuanda Bogor, Universitas Trilogi, Politeknik Negeri Jakarta, UNP Veteran, STIE Tazkia.

Kemudian Universitas Suryadharma, STIE SEBI, BSI Jagakarsa, Politeknik AKA Bogor dan YARSI.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya