Berita

Suasana depan DPR menjelang aksi unjuk rasa BEM-SI/RMOL

Politik

DPR Masih Reses, Demo Mahasiswa Tolak Omnibus Law Ciptaker Tidak Bisa Temui Anggota Dewan

RABU, 04 MARET 2020 | 13:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rencana aksi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) se-Jabodetabek dan Banten untuk menolak RUU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) pada prinsipnya akan diterima DPR RI.

Hanya saja, dalam aksi kali ini para mahasiswa tidak bisa diterima oleh DPR. Sebab, saat ini DPR masih dalam masa reses.

Begitu disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/3).


"Pada prinsipnya aspirasi dari semua pihak, termasuk mahasiswa itu akan diterima baik oleh DPR. Perlu diketahui bahwa DPR sedang reses, sehingga kemungkinan delegasi mahasiswa tidak ada yang menerima," kata Sufmi Dasco.

Kendati begitu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini tetap menghargai aspirasi mahasiswa yang akan melakukan demonstrasi. Namun, lanjut dia, diharapkan tidak hanya sekadar menolak RUU Omnibus Law Ciptaker tapi juga memberi solusi atas penolakannya tersebut.

"Tapi bagaimana mahasiswa juga berkontribusi memberikan solusi terhadap pasal-pasal yang mungkin tidak disetujui atau dikehendaki," pungkasnya.

Diketahui, BEM-SI menyerukan kepada mahasiswa dan elemen masyarakat untuk ikut aksi menolak RUU Ciptaker yang tengah disusun dengan konsep Omnibus Law.

RUU Ciptaker disebutnya tidak memberikan kepastian pekerjaan (job security), kepastian pendapatan (salary security), dan kepastian jaminan sosial (social security).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL di depan gerbang Gedung DPR RI hingga pukul 12.35 WIB, belum terlihat satu pun mahasiswa yang akan berunjuk rasa menolak RUU Omnibus Law Ciptaker.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya