Berita

Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Saleh Daulay: Istana Saja Takut Corona, Kok Minta Masyarakat Tidak Panik

RABU, 04 MARET 2020 | 09:18 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pemeriksaan thermal scanner yang dilakukan pihak Istana seperti menunjukkan sebuah ketakutan terhadap wabah virus corona.

Padahal, Pemerintah telah meminta masyarakat tidak panik dalam menghadapi virus corona. Namun, pemeriksaan thermal scanner bagi setiap orang yang datang ke Istana menunjukkan hal yang berlawanan.

Antisipasi pihak Istana itu dikritisi anggota Komisi IX Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay. Menurut dia, harusnya Pemerintah memberi contoh yang sesuai dengan pernyataan sebelumnya.


"(Pemerintah) bilang jangan panik. Kalau jangan panik, Istana beri contoh yang baik," terang Saleh Daulay, dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa malam (3/3).

Dilaporkan Kantor Berita RMOLBanten, saat ini setiap orang yang masuk Istana bakal diperiksa suhu tubuhnya. Dan hal itu pun sudah diketahui masyarakat melalui pemberitaan media.

"Bagaimana masyarakat tidak takut, lah Istana saja takut. Justru yang begitu membuat masyarakat takut," ucap aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah ini.

Lanjut Saleh Daulay, virus corona juga bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi tidak bagus. Karena itu, dia berharap pemerintah lebih sigal lagi dalam menghadapi virus tersebut.

"Ini kalau tidak saya sampaikan, saya tidak bisa tidur," katanya.

Diketahui, virus corona sudah masuk ke Indonesia. Kepastian ini muncul setelah pemerintah mengumumkan ada 2 orang warga Indonesia yang positif terinfeksi corona dan sekarang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta.

Menyikapi kepastian virus corona di Indonesia, Istana Kepresidenan langsung memperketat kunjungan. Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner dilakukan ketika tamu atau pegawai memasuki area lingkungan unit kepresidenan dan kantor Presiden Joko Widodo itu.  

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya