Berita

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales/Reuters

Dunia

Yakin Menang Di Pemilu Ulang Bolivia, Evo Morales: Hanya Kecurangan Dan Kudeta Yang Menghalangi

RABU, 04 MARET 2020 | 00:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales mengaku yakin bahwa partainya akan memenangkan pemilihan umum (pemilu) ulang yang akan dilakukan bulan Mei mendatang. Meski begitu dia tidak menampik soal kekhawatiran akan kemungkinan adanya kecurangan dari pihak lawan atau kemungkinan adanya kudeta.

Hal itu diungkapkan oleh Morales dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Argentina baru-baru ini, di mana dia mengasingkan diri sejak mundur dari jabatannya tahun lalu di bawah tekanan militer.

Mantan pemimpin sosialis itu menuduh kubu lawan dan Amerika Serikat berupaya mencegah pencalonan presiden atau senatnya, dan berusaha menjauhkan partainya, Gerakannya untuk Sosialisme (MAS) dari kekuasaan.


Dia mengutip analisis independen yang baru-baru ini diterbitkan oleh dua peneliti di Laboratorium Data dan Ilmu Pemilu MIT sebagai bukti klaimnya soal pemilihan umum Bolivia.

Penelitian itu menyebut bahwa sebuah audit dari Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) yang menemukan penyimpangan serius pada pemilihan umum di Bolivia bulan Oktober cacat. Penelitan itu menyimpulkan bahwa sangat mungkin Morales memenangkan suara dengan 10 poin persentase yang diperlukan untuk menghindari pemilu putaran kedua.

Morales sendiri saat ini telah dilarang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan ulang Mei mendatang. Namun dia mendorong mantan menteri ekonominya, Luis Arce Catacora, sebagai kandidat MAS.

"Kami yakin bahwa kami akan memenangkan pemilihan. Hanya kecurangan atau kudeta yang dapat menghalangi," kata Morales.

"Kami sedang mempersiapkan secara internal tentang bagaimana cara menjaga pemungutan suara. Dan jika kita menang, maka kudeta," tegasnya, seperti dimuat Reuters (Selasa, 3/3).

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya