Berita

Netty Prasetyani/RMOL

Politik

Tidak Harus Perpres, Pemerintah Hanya Perlu Perbaiki Komunikasi Untuk Hadapi Virus Corona

SELASA, 03 MARET 2020 | 20:43 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah dinilai hanya perlu meningkatkan manejemen komunikasi antar kementerian dan lembaga terkait untuk menyikapi wabah virus corona (covid-19).

Artinya, Presiden Jokowi tidak harus mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) seperi era Presiden SBY menyikapi wabah flu burung.

Begitu disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetyani kepada wartawan di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3).


"Sebetulnya pedoman penanganannya sudah ada ya. Kemenkes kan sudah bikin pedoman penanganan covid-19. Nah masalahnya mungkin di manejemen komunikasi aja yang perlu ditingkatkan," kata Netty Prasetyani.

Wakabid Kesra Fraksi PKS ini menyatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan pun telah menyediakan 100 rumah sakit rujukan dan 38 RS diantaranya memiliki ruangan bertekanan negatif.

"Kemudian juga alat-alatnya sudah di kaliberasi, sumber daya manusia (SDM)-nya juga sudah mengikuti pelatihan untuk menangani kasus-kasus penyakit infeksi. Bahkan RS rujukan itu sudah pernah menangani beberapa kasus merc, sars, ebola, difteri dan sebagainya," tutur Netty Prasetyani.

Atas dasar itulah, Netty Prasetyani mengimbau pemerintah untuk melakukan menejemen komunikasi hingga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan.

Pertama, harus menjamin bahwa pemerintah itu bisa melakukan penanganan wabah covid-19. Kedua, pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok jadi jangan sampe keras seperti yang terjadi di negara tetangga. Kemudian virus itu bisa tercegah oleh perilaku hidup bersih dan sehat.

"Nah kalo ini terus digencarkan, jadi masyarakat gak perlu mempercayai mitos-mitos gitu loh. Nah kalo ini terus digencarkan, masyarakat gak perlu mempercayai mitos-mitos gitu loh," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya