Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Hati-Hati, Indonesia Biasa Paling Pede Dan Hancur Di Akhir

SELASA, 03 MARET 2020 | 17:24 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan negara yang memiliki track record buruk dalam menanggapi fenomena di dunia. Buntutnya, dampak yang didapat menjadi paling lama lantaran terlambat antisipasi.

Begitu kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menanggapi pengumuman dua korban positif virus corona baru atau Covid-19.

Selain terbilang terlambat mengumumkan, pemerintah juga masih terbilang santai menanggapi kasus ini. Pasalnya belum ada penutupan keluar masuk negeri ini belum ditutup, juga tidak ada pengawasan yang berarti bagi para pendatang.


“Selalu paling akhir tapi paling hancur-hancuran, penguasa kepedean, dan anti intelektual,” ujar Adhie Massardi kepada redaksi, Selasa (3/3).

Dia lantas mengingatkan fenomena komunis yang mendunia pasca kemerdekaan RI. Indonesia kala itu dengan santai menanggapi komunisme. Buntutnya, pada tahun 1966, Indonesia hancur-hancuran menumpas komunis.  
 
“Kedua saat Asia Timur mewaspada krisis moneter, Indonesia santuy. Alhasil, 1998 hancur-hancuran,” sambung mantan Jurubicara Presiden keempat RI Gus Dur itu.

Lebih lanjut, Adhie Massardi khawatir fenomena itu akan kembali terjadi di tahun ini. Tepatnya, setelah corona mewabah dan pemerintah tetap santai.

“Kini, dunia waspada ekonomi dan corona, Indonesia tetap santuy,” sindirnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya