Berita

Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Buya Basri Bermanda/RMOL

Nusantara

Haram! MUI: Penimbunan Masker Dan Makanan Seakan Tidak Percaya Pada Pemerintah

SELASA, 03 MARET 2020 | 17:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa perihal fenomena penimbunan masker dan pasokan makanan yang tengah terjadi di masyarakat seiring dengan adanya kasus corona pertama di Indonesia.

Dikatakan oleh Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Buya Basri Bermanda, penimbunan masker dan makanan adalah haram.

"Kalau di Islam, kita tidak boleh menimbun, karena perilaku penimbunan itu akan menimbulkan spekulasi," ujar Muhyiddin kepada wartawan di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta, Selasa (3/3).


Muhyiddin mengatakan, lebih baik masyarakat membeli hal-hal yang dibutuhkan, karena jika melakukan penimbunan, harga barang akan semakin mahal yang berujung pada krisis kemanusiaan.

"Akan ada krisis kemanusiaan, seakan tidak percaya pada pemerintah," lanjutnya.

Menurut Muhyiddin, saat ini negara masih cukup aman untuk menyuplai kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dengan begitu, ia sangat melarang adanya penimbunan, apalagi jika memiliki motif-motif politik.

Menambahkan Muhyiddin, Basri mengungkapkan penimbunan itu haram hukumnya.

"Penimbunan apapun ndak boleh, itu haram hukumnya. Apalagi ingin meraup untung yang banyak dari orang yang kesulitan. Itu tidak Islami," tegas Basri.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya