Berita

Yasonna Laoly harus bertanggung jawab atas kegagalan Imigrasi mendeteksi WNA yang terjangkit corona/Net

Politik

Imigrasi Kembali Kecolongan, Damai Hari Lubis Desak Jokowi Copot Yasonna Laoly

SELASA, 03 MARET 2020 | 11:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi kembali kecolongan dalam mendeteksi masuknya orang-orang bermasalah ke Indonesia.

Terakhir, Warga Negara Asing (WNA) asal Jepang yang sudah terjangkit virus corona bisa masuk tanpa terdeteksi. Akibatnya, dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok, Jawa Barat, terinfeksi virus bernama resmi Covid-19 itu.

Ini bukan kecolongan pertama yang dialami direktorat di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang dipimpin oleh Yasonna Hamonangan Laoly. Sebelumnya, Imigrasi juga gagal mendeteksi dengan akurat saat buronan KPK, Harun Masiku, terlihat di bandara.


Menanggapi kegagalan mendeteksi WN Jepang yang terinfeksi virus corona, Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB), Damai Hari Lubis, mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera memecat Menkumham Yasonna Laoly.

"Memang (Yasonna) Laoly perlu dicopot. Sudah berulang, setelah kecolongan info (Harun) Masiku," ucap Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/3).

Apalagi, lanjut Damai, tim independen yang melacak perlintasan tersangka KPK, Harun Masiku juga menemukan ada 120 ribu data perlintasan orang melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta yang tidak terdeteksi masuk ke Indonesia.

"Termasuk tidak sinkron data. Apalagi ini bisa berakibat kecolongan corona. Dari 120 ribu itu banyak loh. Tidak terdeteksi masuk atau larinya pelaku kejahatan cukup khawatir kan? Sedangkan fungsi pengawasan penanggung jawab kan dia (Yasonna), jangan melulu salahkan anak buah," pungkas Damai.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya