Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon: Tony Blair Bukan Ahli Pindah Ibukota, Tapi Jago Bikin Hoax Di Irak

SENIN, 02 MARET 2020 | 09:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembangunan ibukota baru di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur serius digodok Presiden Joko Widodo.

Pada Jumat lalu, Presiden Joko Widodo bahkan mengadakan pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, CEO SoftBank Masayoshi Son, dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Ketiganya didaulat sebagai dewan pengarah dalam proyek pembangunan ibukota pengganti Jakarta itu.


Namun demikian, anggota DPR dari Partai Gerindra mengkritik kehadiran Tony Blair dalam jajaran dewan pengarah. Ini lantaran pria 66 tahun yang menjabat sebagai perdana menteri Inggris dari 1997 hingga 2007 tersebut bukan seorang yang ahli tata kota.

“Tony Blair nggak ahli dalam soal pemindahan ibukota,” ujar Fadli Zon di akun Twitter pribadinya sesaat lalu, Senin (2/3).

Menurut wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu, keahlian Tony Blair adalah membuat informasi palsu alias hoax. Salah satu hoax karya Blair yang terkenal di dunia adalah tentang senjata pemusnah massal yang dimiliki Irak.

Tudingan itu membuat Irak diinvasi tentara asing pada tahun 2003, hingga membuat pemimpin Irak Saddam Husein terguling.

Pada 2015 lalu, Tony Blair buka suara. Dia meminta maaf karena ternyata data intelijen untuk menyatakan Irak punya weapon mass destruction (WMD) ternyata keliru. Tapi Blair tetap membela diri bahwa Irak menjadi lebih baik tanpa Saddam yang digulingkan saat invasi.

“Jadi dia ahli bikin hoax Irak punya senjata pemusnah massal (WMD). Harusnya Tony Blair diadili dalam sidang kejahatan kemanusiaan,” pungkas Fadli Zon.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya