Berita

Politisi PKS Buchori Yusuf/RMOL

Politik

DPR Usul Pemerintah Karantina Jemaah Umrah Yang Belum Dapat Izin Dari Arab Saudi

MINGGU, 01 MARET 2020 | 23:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jemaah umroh dari Indonesia terpaksa tidak jadi berangkat ke tanah suci Mekkah. Alasannya, pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan antisipatif virus corona, yakni penutupan sementara izin visa umrah dan patiwisata ke Masjid Nabawi.

Hal ini pun menjadi perhatian banyak pihak, termasuk oleh Komisi I DPR RI, yang menuntut pemerintah mencari cara untuk mendapatkan izin umrah bagi jamaah Indonesia.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari fraksi PKS, Buchori Yusuf, mengusulkan ke pemerintah untuk melakukan karantina terhadap jemaah umrah yang akan berangkat. Hal itu menurutnya, dapat memberikan jaminan dan meyakini pemerintah Arab Saudi.


"Sebelum mereka (jamaah umrah Indonesia) berangkat dipastikan misalnya kalau virus corona butuh waktu inkubasi 14 hari, maka 14 hari sebelumnya dipastikan adalah dikarantina," ucap Buchori Yusuf dalam acara diskusi publik Cross Check bertajuk "Korona, Kita Imun atau Melamun", di Upnormal Coffe Roasters Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

"Supaya, sebagaimana dulu ada flu onta dan flu burung disuntik meningitis itu kan salah satu cara," sambungnya.

Lebih lanjut, politikus PKS ini meminta pemeirntah untuk melakukan upaya negosiasi yang lebih kuantitatif kepada pemerintah Arab Saudi. Tujuanyya, agar calon jamaah umrah tidak merasa digantungkan.

"Arab Saudi saya kira dia tidak akan menutup mata kalau kita bisa meyakinkan bahwa jemaah kita ini orang yang tidak terkena virus corona," tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menangguhkan sementara penerbitan visa ibadah umroh. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya