Berita

Adhie Massardi/Net

Politik

Corona Tidak Sesangar HIV/AIDS, Tapi Bisa Sangat Berbahaya Jika Terus Ditutup-tutupi

MINGGU, 01 MARET 2020 | 14:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Virus corona baru atau yang dikenal Covid-19 dinilai tidak terlalu berbahaya jika dibandingkan dengan HIV-AIDS. Namun virus ini akan menjadi sangat berbahaya jika pemerintah Indonesia terus menutupi informasi mengenai sebaran virus dari Wuhan, China itu di Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri merilis bahwa virus corona sudah terdeteksi di 59 negera dengan 86.927 orang terjangkit pada Minggu (1/3) pagi. Di mana sudah ada 2.976 orang meninggal dunia.

Namun begitu ada juga puluhan ribu orang telah berhasil disembuhkan. Artinya, Covid-19 bukan virus yang sangar seperti Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang penderitanya masih gagal disembuhkan.


Artinya, setiap orang yang sudah memiliki gejala corona sebenarnya bisa langsung ditangani dan berpotensi sembuh sebagaimana puluhan ribu orang yang berhasil disembuhkan tersebut.

Begitu kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menanggapi klaim pemerintah bahwa Indonesia zero corona. Adhie Massardi ragu dengan klaim tersebut, sebagaimana juga PM Australia Scott Morrison yang telah menyatakan tidak percaya pada klaim Indonesia.

"Sebetulnya virus corona memang bukan virus sangar model HIV/AIDS. Jika begitu ada gejala langsung ditangani, InsyaAllah cepat sembuh," kata mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu di akun Twitter pribadinya @AdhieMassardi, Minggu (1/3).

Menurutnya, virus corona bisa menjadi berbahaya jika pemerintah Indonesia menutupi terhadap seseorang yang tersuspect corona. Sebab, hal itu bisa membuat sebaran corona semakin menjadi-jadi tanpa terdeteksi.

"Menjadi berbahaya bila ditutup-tutupi sehingga virus nyerang organ-ogan tubuh (dan orang) lain. Maka kejujuran (pemerintah) menjadi kunci sangat penting," katanya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya