Berita

Muhyiddin Yassin dan istri bersama Yang Dipertuan Agong/Repro

Dunia

Jadi PM Malaysia, Ini Rekam Jejak Karir Politik Muhyiddin Yassin

MINGGU, 01 MARET 2020 | 10:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Muhyiddin Yassin secara resmi telah dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-8.

Ia dilantik oleh Yang Dipertuan Agung Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah di Istana Negara, Kuala Lumpur, pada Minggu pagi (1/3).

Menggantikan Mahathir, Muhyiddin sendiri ternyata memiliki sepak terjang di dunia politik cukup lama.


Lahir di Muar, negara bagian Johor, pada 15 Mei 1947, Muhyiddin menyelesaikan pendidikannya di Universitas Malaya (UM) dengan jurusan Economics and Malay Study.

Karir politik Muhyiddin dimulai sejak 1970, ketika ia menjadi Asisten Sekretaris Pemerintah Johor. Empat tahun kemudian, ia menjadi Asisten Pegawai Daerah Muar.

Pada 1978, ia pertama kali memenangkan pemilihan dan menjadi anggota parlemen untuk Pagoh, Johor.

Karirnya semakin melejit ketika pada 1981, ia menjadi Sekretaris Parlemen, Kementerian Luar Negeri.

Setahun setelahnya, ia menjadi Wakil Menteri Wilayah Persekutuan yang diikuti dengan Wakil Menteri Perdagangan dan Industri.

Ia juga menjadi Menteri Besar Johor ke-13 untuk periode 1986-1995. Di periode selanjutnya, ia menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga.

Pada 1999, ia menjadi Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Perlindungan Konsumen. Yang dilanjutkan pada 2004 hingga 2008 menjadi Menteri Pertanian.

Barulah pada 2009, Muhyiddin menjadi Wakil Perdana Menteri, mendampingi Najib Razak sebagai Pedana Menteri.

Namun, pada 2015, ia dipecat sebagai Wakil Pedana Menteri dan pada 2016 mendirikan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) bersama dengan Mahathir Mohamad.

Ketika Mahathir terpilih menjadi Perdana Menteri pada 2018, Muhyiddin menjadi Menteri Dalam Negeri sekaligus Presiden Pakatan Harapan untuk Johor.

Setelah Mahathir mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri pada Senin siang (24/2), Bersatu mengumumkan dukungannya kepada Muhyiddin.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya