Berita

Dedi Kurnia Syah/Net

Ekspedisi Merdeka

Pengamat: Jauh Sebelum Ada Corona, Ekonomi Indonesia Sudah Terpuruk

SABTU, 29 FEBRUARI 2020 | 10:10 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi ekonomi Indonesia sudah terpuruk jauh sebelum mewabahnya virus corona atau Covid-19 di berbagai belahan dunia.

Karena itu, pernyataan ekonom senior Dr. Rizal Ramli dinilai tepat bahwa wabah virus corona bukan sumber keterpurukan ekonomi sebagaimana dikeluhkan pejabat pemerintahan.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah saat berbicang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/2).


"Wabah virus corona memang berdampak bagi ekonomi negara-negara di dunia saat ini, tetapi bagi Indonesia jauh sebelum adanya wabah, ekonomi sudah terpuruk," kata Dedi Kurnia Syah.

Menurutnya, salah satu faktor paling mendasar yang menyebabkan ekonomi Indonesia stagnan bahkan cenderung terpuruk yakni karena para pemegang kebijakan dinilai tidak mampu mengatasinya.

"Tidak piawainya penyelenggara negara mengelola (ekonomi)," sesal Dedi Kurnia.

Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1-5,5 persen menjadi 5-5,4 persen.

Alasannya, virus corona dinilai bakal berdampak ke perekonomian tanah air. Hal itu sejalan dengan banyak yang memprediksi ekonomi Indonesia berpotensi turun 0,3 persen

Rizal Ramli sebelumnya menyesalkan pernyataan para pejabat negara yang menjadikan wabah virus corona sebagai dalil untuk menutupi ketidakbecusan mengelola ekonomi.

"Padahal tanpa (virus) corona pun, ekonomi Indonesia semakin nyungsep karena salah kelola. Benar-benar ilmu pengibulan sudah tingkat dewa," kata RR sapaan akrab Rizal Ramli, Jumat kemarin.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya