Berita

Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafidz/Net

Politik

Kaget Arab Saudi Setop Visa Umrah, Meutya Hafidz Minta Pemerintah Segera Cari Solusi

JUMAT, 28 FEBRUARI 2020 | 23:46 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Arab Saudi menangguhkan jamaah umrah dari negara Indonesia dan negara-negara lain dalam rangka mengantisipasi penularan virus Corona membuat kaget Komisi I DPR RI selaku mitra kerja hubungan luar negeri.

Adalah Meutya Hafidz Ketua Komisi I DPR RI salah satu pihak yang merasa kaget dengan keputusan Pemerintah Arab Saudi tersebut.

"Langkah-langkah, kebijakan yang diambil pemerintah Arab Saudi tentu mengejutkan bagi kita. Saya sendiri cukup kaget ketika mendengar kebijakan tersebut disampaikan," kata Meutya Hafidz saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Bilangan Slipi, Jakarta Barat, Jumat malam (28/2).


Namun demikian, ia tetap menghargai keputusan Pemerintah Arab Saudi itu sebagai kebijakan di negaranya untuk mencegah virus Corona yang mematikan tersebut.

Disisi lain, legislator Partai Golkar ini menilai ada baiknya sekalipun jamaah umrah Indonesia urung diberangkatkan. Menurut Meutya, kesehatan dan keselamatan merupakan prasyarat utama bagi Arab Saudi dan Indonesia.

"Kita berprasangka baik bahwa ini juga keamanan bagi jemaah Indonesia. Jadi kalo memang sekarang ada kebijakan seperti itu saya rasa baiknya kita ikuti," imbaunya.

Terlepas dari semua itu, Meutya Hafidz menegaskan pemerintah mesti memikirkan win-win solution (jalan tengah) terhadap para jamaah Umroh asal Indonesia yang telah mendaftar dan beberapa diantaranya telah diberangkatkan lalu terpaksa di pulangkan kembali karena mesti mengindahkan peraturan Arab Saudi.

"Pemerintah tentu punya PR bagaimana dengan jemaah yang sudah mendaftar, membayar, supaya diperlakukan adil oleh perusahaan-perusahaan Umroh agar mereka kerugiannya minimal. Kalo kerugian pasti ada, namanya orang mau berangkat gak jadi ya, tapi bagaimana kerugiannya minimal, karena kan sudah bayar. Jadi paling itu saja," demikian Meutya Hafidz.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya