Berita

Anton Tabah Digdoyo/Net

Nusantara

Anton Tabah: KUII Harus Bisa Jawab Ancaman Bagi Umat Islam

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 19:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VII digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kepulauan Bangka Belitung. Berlangsung pada 26-29 Februari, kongres ini diikuti para pengurus MUI, ulama, perwakilan ormas, hingga perwakilan perguruan tinggi.

Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo mengapresiasi gelaran tersebut. Dia berharap, acara itu dapat memberi jawaban terhadap ancaman bagi Islam di Indonesia.

"Ancaman di Indonesia antara lain sekulerisme, yang berarti agama tak penting dengan wacana menghapus pelajaran agama dan sejarah jihad. Juga kitab suci harus tunduk pada undang-undang," kata Anton kepada redaksi, Kamis (27/2).


Pengurus Majelis Ulama Indonesia ini menyebutkan, bukan sekadar dalam kehidupan keseharian. Umat Islam, kata dia, selalu menjadi sorotan dalam setiap kontestasi politik.

Dalam ajaran Islam, kata dia, dalam memilih pemimpin haruslah yang memiliki iman yang sama.

"Contoh, memilih pemimpin harus seiman itu dituduh tidak bhinneka dan intoleran. Padahal itu sudah sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 yang harus taati agama masing-masing," jelasnya.

Kata mantan petinggi Polri ini, menegaskan juga bahwa KUII harus bisa mengeluarkan rekomendasi terhadap penindasan pada umat Islam seperti di China dan India.

"KUII harus segera merekomendasi PBB dan dunia untuk menghukum berat negara-negara yang dholim pada umat Islam karena itu pelanggaran HAM terberat," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya