Berita

Lieus Sungkharisma (kanan) dan Ridwan Saidi (tengah)/RMOL

Politik

Ridwan Saidi Senang Lieus Sungkharisma Buka Warung Makar

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 18:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Semangat aktivis dalam diri Lieus Sungkharisma tidak lekang pasca delapan bulan keluar dari tahanan Polda Metro Jaya.

Lieus Sungkharisma bahkan kini menyediakan tempat untuk diskusi membahas peradaban bangsa Indonesia. Nama tempat tersebut dinamai Warung Makar, sesuai dengan kasus yang pernah menjeratnya di Polda Metro Jaya, yakni kasus dugaan Makar.

Pada hari ini, Lieus Sungkharisma menggelar soft opening warung yang terletak di Jalan Pancoran No 10, Glodok, Jakarta Barat tersebut.


Soft opening digelar dengan diskusi yang menghadirkan budayawan Betawi, Ridwan Saidi dan para aktivis Tionghoa lainnya.

Babeh Ridwan Saidi mengaku senang dengan adanya tempat untuk melakukan diskusi tentang peradaban bangsa Indonesia.

Apalagi, kata Babeh Ridwan, persatuan bangsa Indonesia kini sudah terganggu oleh berbagai pihak yang ingin memecahkan persatuan bangsa Indonesia.

"Saya bilang, Lieus ini nggak ada orang yang memulai. Keadaan persatuan kita yang sedikit berkabut, gimana kalau di warung kamu dibikin acara, itu mulainya. Saya jelaskan, saya nggak mau bicara politik, saya bicara peradaban di sini," ujarnya di lokasi.

Selain itu, kata Saidi, rakyat Indonesia saat ini sering dipecah belah dengan stigma-stigma negatif terhadap suku, bangsa Indonesia. Untuk itu, semua harus bekerja sama untuk merajut kembali persatuan bangsa.

“Mana yang paling krusial hubungan orang Tionghoa dengan lainnya, ayo kita mulai, kenapa enggak. Saya melihat banyak, pandangan-pandangan, istilah sosiologinya stereotype, cap-capan gitu, dicap begini begitu. Nah kita keluar dari situ," jelasnya.

Bahkan, Babeh Ridwan berharap masyarakat Indonesia untuk tetap bersatu menjaga persatuan bangsa Indonesia.

"Jadi kita tampil lah, semua adalah bangsa Indonesia, kita bertanggung jawab,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya