Berita

Warga Pakistan yang Diperiksa Kesehatannya/Net

Dunia

Pakistan Umumkan Dua Temuan Kasus Virus Corona, Menteri Kesehatan: Jangan Panik, 97 Persen Sembuh

KAMIS, 27 FEBRUARI 2020 | 07:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Pakistan  mengumumkan temuan dua kasus pertama infeksi virus corona Covid-19. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Kesehatan Pakistan Zafar Mirza.

"Saya dapat mengonfirmasi dua kasus virus corona di Pakistan. Keduanya dirawat berdasarkan protokol standar klinis dan keduanya dalam kondisi stabil. Tidak perlu panik, semuanya di bawah kendali," kata Zafar Mirza melalui kicauan di Twitter @zfrmrza.

Mirza juga mengatakan kasus kedua berada di wilayah federal yang pada umumnya mengacu pada ibu kota Islamabad.


Namun begitu, ia menegaskan agar masyarakat tidak perlu panik.

“Tidak perlu panik tentang #Coronavirus, tetapi hati-hati dan bertindak secara bertanggung jawab! Ingat, 97 persen kasus Coronavirus pulih sepenuhnya. Silakan bagikan secara luas pesan ini!” tulisnya, Kamis (27/2).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Sindh mengumumkan kasus positif corona pertama di Karachi adalah seorang pria berusia 22 tahun. Ia diketahui memiliki riwayat perjalan ke Iran baru-baru ini.

Pakistan mulai merasa cemas. Tetangga mereka, Iran, kini menjadi episentrum wabah baru di luar China, dengan 139 kasus dan 19 kematian.

Afghanistan yang juga berbatasan langsung dengan Pakistan turut melaporkan kasus pertama virus corona.

Pakistan mulai dikelilingi negara-negara dengan kasus virus corona yang tinggi. Mereka pun mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona, sementara negara tengah menghadapi berbagai krisis dalam negeri, kondisi perbatasan yang rapuh, rumah sakit yang tua, dan populasi buta huruf yang tinggi.

"Kami telah memutuskan untuk menutup seluruh institusi pendidikan pemerintah maupun swasta dengan dasar keamanan," kata Kepala Dinas Pendidikan Balochistan, Sardar Yar Muhammad Rind, melansir RFI.

Sebelum mengumumkan kasus virus corona pertama, Pakistan pada pekan ini telah mengarantina setidaknya 270 orang dekat perbatasan Iran setelah sekelompok peziarah kembali dari negara Islam itu dan bercampur di antara masyarakat.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya