Berita

Khofifah Indar Parawansa peringati hari kanker sedunia/Net

Nusantara

Peringati Hari Kanker Sedunia, Gubernur Khofifah Tawarkan Layanan Paliatif Berbasis Pesantren

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 18:26 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Peringatan Hari Kanker Sedunia 2020 diperingati oleh Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Jawa Timur bersama jajaran Pemprov Jatim.

Acara peringatan yang bertajuk Penguatan Jejaring Penanggulangan Kanker itu digelar di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (26/2).

Hadir diacara tersebut Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua Umum YKI Pusat Murniati Widodo AS, Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Emil Elestianto Dardak, Ketua YKI Jatim Nina Kirana Soekarwo, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Jatim Gardjati Heru Tjahjono, pengurus YKI Jatim, pengurus DWP Jatim serta Pengurus TP PKK Jatim.


Dikesempatan tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa pun menawarkan layanan paliatif berbasis pesantren sebagai salah satu layanan bagi penderita kanker. Khususnya yang stadium lanjut.

“Menurut saya potensi Jawa Timur cukup besar untuk menyiapkan perawatan paliatif berbasis pesantren,” kata Khofifah.

Khofifah menyebutkan, layanan paliatif berbasis pesantren dapat dilakukan melalui kerjasama dan koordinasi berbagai pihak. Yakni, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ataupun YKI dengan fakultas kedokteran dan pesantren-pesantren yang ada di Jawa Timur.

“Ketika KKN mahasiswanya bisa diarahkan untuk memberikan pelayanan di petawatan paliatif berbasis pesantren,” sebutnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU ini menambahkan, salah satu keuntungan yang bisa didapatkan dari layanan paliatif berbasis pesantren adalah tidak pelu mendirikan bangunan baru. Hanya saja perlu melakukan rehab di pesantren yang nantinya ditetapkan sebagai sarana untuk layanan paliatif berbasis pesantren.

Selain itu, jika layanan tersebut dijalankan. Maka, penderita kanker tidak hanya mendapatkan layanan medis saja. Tetapi juga sekaligus mendapatkan siraman spiritual dari pengasuh pesantren.

“Jadi nggak perlu bikin bangunan baru, paling rehab sedikit dan bisa mendapatkan penguatan spiritual dari pesantren kemudian bisa kunjungan para dokter. YKI punya fungsi preventif, promotif dan supportif. Pesantren memiliki kemampuan support yang luar biasa, khususnya membangun ketenangan hati melalui dzikir dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan, pendekatan paliatif yang menitikberatkan pada peningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarganya, merupakan kebutuhan penting bagi penderita kanker. Hal ini dikarenakan sering kali ketika seseorang mendapatkan vonis dari dokter, maka mereka kehilangan semangat hidup dan cenderung berputus asa.

“Paliatif itu menurut saya adalah sebuah kebutuhan apalagi kalau mereka yang sudah divonis oleh dokter tinggal berapa bulan misalnya,   biasanya sudah hopeless,  semangat hidup mereka yang harus dibangkitkan,” katanya.

Untuk itu, mantan Menteri Sosial RI ini mengusulkan adanya perluasaan YKI di kabupaten/kota di Jawa Timur. Karena, di Jatim masih belum semuanya terdapat YKI.

“Saya berharap bahwa akan bisa diluaskan cabang kabupaten/kotanya,” usulnya.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan adanya peran dari PKK dan Dharma Wanita agar melakukan sosialisasi pada masyarakat sekitar terkait kanker. Utamanya kanker payudara dan kanker servik yang menjadi penyebab tertinggi kematian wanita di Indonesia.

“Nah sekarang PKK nya sudah harus mengkomunikasikan tentang breast cancer dan servik ini terutama sampai posyandu kalau bisa dasa wisma, sehingga langkah-langkah preventif bisa dilakukan secara lebih komprehensif,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua YKI Jatim, Nina Kirana Soekarwo menyampaikan kepada semua pihak untuk peduli terhadap persoalan kanker di tengah-tengah masyarakat.

Dia mengingatkan agar semua berupaya untuk cegah kanker melalui pola hidup sehat dengan kata kunci cerdik. Yaitu, cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup dan kelola stres.

“Ibu-ibu tentu masih ingat kata kunci cegah kanker dengan berpola hidup sehat dengan kata kunci cerdik,” kata Nina Soekarwo yang sering disapa Bude Karwo itu.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya