Berita

Mahathir Mohamad/Repro

Dunia

Mahathir Mohamad: Bila Diizinkan Saya Ingin Membentuk Pemerintahan Yang Tidak Berpihak Pada Partai Politik

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 16:26 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Perdana Menteri Sementara Malaysia Mahathir Mohamad baru saja menyampaikan pidato mengenai sikapnya di tengah ketidakpastian politik yang sedang melanda negeri jiran.

Di dalam pidato itu, Mahathir Mohamad menjelaskan alasan mengapa dirinya memilih meletakkan jabatan Perdana Menteri hari Senin kemarin (24/2).

Mahathir mengatakan, saat ini dia merasa politik dan partai politik harus dikesampingkan.


“Saya tidak sunyi dari melaku kesilapan. Saya mohon maaf bila meletakkan jabatan adalah salah,” ujarnya dalam bahasa Melayu.

Setelah meletakkan jabatan, Mahathir Mohamad justru dilantik Raja Malaysia Yang Dipertuan Agong sebagai Perdana Menteri Sementara.

Mahathir mengatakan dirinya tidak sedang berusaha untuk disukai semua orang. Apa yang dilakukannya adalah untuk kebaikan negara.

“Ahli politik terlalu sibuk politik sehingga lupa masalah yang dihadapi negara,” ujarnya.

“Saya berpendapat betul atau tidak, politik dan partai perlu diketepikan buat masa sekarang. Jika benar saya akan cuba adakan pemerintah yang tidak memihak kepada mana-mana partai. Hanya kepentingan negara sahaja yang akan diutamakan,” sambung dia lagi.

Apabila diizinkan, sambung Mahathir, dia akan membentuk pemerintahan yang tidak berpihak pada partai politik tertentu. Dengan demikian, semua anggota Parlemen terlepas dari asal partai politik mereka dapat memberikan dukungan kepada pemerintahan baru itu. 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya