Berita

Ilustrasi penanganan corona/Net

Nusantara

Pasien Suspect Corona Di Semarang Meninggal Dunia

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 05:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Seorang pasien di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang sebelumnya sempat dinyatakan suspect corona baru (Covid-19) dikabarkan meninggal dunia usai mendapat perawatana di ruang isolasi RSUP.

Menurut Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Dr. Kariadi Semarang, dr. Agoes Oerip Poerwoko, pasien yang dimaksud yaitu WNI pria berusia 37 tahun yang sempat melakukan perjalanan dari Spanyol-Dubai-Jakarta.

Namun demikian, pasien tersebut telah dinyatakan negatif corona.


"Dia dari Spanyol ke Dubai kemudian ke Jakarta. Di rumah sakit daerah tanggal 17, masuk sini tanggal 19, meninggal hari Minggu (23/2) jam 12.00," kata Agoes dilansir Kantor Berita RMOLJateng, Selasa (25/2).

Dijelaskan, pasien sebelumnya datang ke RS dengan kondisi sesak napas, batuk, dan demam. Ia menjelaskan, sesak napas peneumonia banyak penyebabnya, bisa TBC, HIV, dan lainnya.

"Corona alhamdulillah negatif, pneumonia ini sebenarnya umum, karena bakteri, bisa TBC, bisa HIV bisa. HIV kita periksa negatif, TBC negatif," jelasnya.

Perlakuan terhadap pasien tersebut seperti saat penanganan pasien Flu Burung, termasuk perawatan jenazah sampai dimakamkan.

"Saat bawa ke kamar mayat, area jalan kami bebaskan biar tidak ada kontak pengunjung. Jenazah kami perlakukan dengan diberi penutup yang memastikan tidak menular orang-orang. Kita edukasikan ke keluarga dan orang-orang yang menangani," ujarnya.

Untuk diketahui di RSUP dr.Kariadi Semarang sudah ada 10 orang yang sempat dirawat di ruang isolasi. Semuanya negatif corona dan ada satu lagi pasien yang baru datang Senin sore.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya