Berita

Anggota Bawaslu saat memaparkan hasil IKP 2020/RMOL

Politik

Pilkada Di Sulut Dan Manokwari Jadi Yang Paling Rawan

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 16:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) meluncurkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2020. Isinya, memaparkan sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan pelanggaran pemilu yang tinggi.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menerangkan, IKP 2020 menggambarkan sejumlah hal yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang bersifat demokratis.

"Baik konteks sosial dan politik, keamanan, bebas dan adil penyelenggaraannya, lalu terkait kontestasi. Bagaimana peserta dan parpolnya," ujar Mochammad Afifuddin di Ballroom Red Top Hotel & Convention Centre, Jalan Pecenongan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (25/2).


Dalam mengukur kerawanan ini, Bawaslu menggunakan standar kualifikasi rendah, sedang ,dan tinggi di setiap provinsi dan kabupaten/kota yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.

Secara rata-rata, dipaparkan Mochammad Afiffuddin, skor indeks kerawanan pemilu tingkat kabupaten/kota sebesar 61,65 persen atau berada di tingkat kualifikasi sedang. Sementara, indeks kerawanan pemilu tingkat provinsi secara rerata berada di skor 73,80 persen, atau tinggi.

Jika dirinci, ada 15 kabupaten/kota yang skor indeks kerawan pemilunya tinggi. Tingkat kerawanan tertinggi ada di Kabupaten Manokwari sebesar 80,89 persen. Kemudian disusul oleh 14 daerah lainnya, yaitu Kabupaten Mamuju (78,01 persen), Kota Makassar (74,94 persen), Kabupaten Lombok Tengah (73,25 persen) dan Kabupaten Waringin Timur (72,48 persen).

Kemudian, ada pula Kabupaten Kepulauan Sula (71,45 persen), Kabupaten Mamuju Tengah (71,02 persen), Kota Sungai Penuh (70,63 persen), Kabupaten Minahasa Utara (70,62 persen), Kabupaten Pasang Kayu (70,20 persen) Kota Tomohon (66,89 persen), Kota Ternate (66,25 persen), Kabupaten Serang (66,04 persen), Kabupaten Kendal (65,33 persen) dan Kabupaten Sambas (64,53 persen).

Selain itu, untuk pemilu tingkat provinsi yang skor kerawanannya tinggi pertama berada di Sulawesi Utara dengan skor 86,42 persen. Lalu disusul oleh Sulawesi Tengah (81,05 persen), Sumatera Barat (80,86 persen), Jambi (73,69 persen), Bengkulu (72,08 persen), Kalimantan Tengah (70,08 persen), Kalimantan Selatan (69,70 persen), Kepulauan Riau (67,43 persen) dan Kalimantan Utara (62,87 persen).

"Setelah IKP ini diluncurkan, semua pihak bergandengan tangan agar kerawanan tidak terjadi di 2020," tambah Mochammad Afifuddin.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya