Berita

Istri Walikota Binjai, Lisa Andriani, disebut akan maju dalam Pilkada serentak 2020/RMOLSumut

Politik

Istri Walikota Binjai Maju Pilkada, Pengamat: Tak Baik Bagi Demokrasi

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 16:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Wacana istri Walikota Binjai, Lisa Andriani, untuk maju dalam Pilkada serentak 2020, dikritisi sejumlah pihak. Bahkan, upaya Lisa yang maju untuk menggantikan suaminya akan sia-sia belaka.

Pengamat sosial dan politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar, menilai keinginan Lisa Andriani memang tidak menyalahi undang-undang, namun hal itu tak baik bagi demokrasi.

“Sekarang di Binjai yang lagi bersiap-siap (istri walikota maju). Memang tak ada narasi di dalam perundang-undangan yang melarang itu.  Secara UU sah, tapi nilai demokrasi itu tak baik, tak betul,” kata Shohibul, Selasa (25/2).


Menurutnya, majunya Lisa di Pilkada Binjai tak serta merta membuat Ketua TP PKK Kota Rambutan 2 Periode itu bakal menang dengan mudah. Sebab, berdasarkan pengalaman, ada 2 daerah di Sumatera Utara yang istrinya maju menggantikan suaminya namun berujung dengan kekalahan.

“Ada pengalaman di Kabupaten Labuhan Batu, waktu itu Pak Milwan kuat di sana, 2 periode. Tapi begitu mau pergi, istrinya maju dan tidak bisa (kalah), di Asahan juga begitu,” jelas Shohibul, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Dia memperkirakan, kekalahan istri kepala daerah di dua tempat itu karena cengkeraman figur yang tidak terlalu kuat. Menurutnya, istri kepala daerah harus memperkuat ketokohannya hingga kawasan perbatasan, baru bisa maju dalam konstestasi pilkada.

“Mungkin ada faktor-faktor lain. Misalnya daerah itu terlalu luas, sehingga cengkeraman dari figur yang akan pergi (maju) itu tidak kuat,” demikian Shohibul.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya