Berita

Anies harus berhitung cermat untuk maju di 2024/Istimewa

Politik

Diperhitungkan Di 2024, Anies Harus Berhitung 2022 Tak Jadi Gubernur DKI Lagi

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 12:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hasil survei Indo Barometer menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menjadi salah satu kepala daerah saat ini yang paling potensial untuk maju di Pilpres 2024.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menilai elektabilitas Anies Baswedan yang terus naik memang layak diperhitungkan oleh berbagai kalangan. Terutama oleh para penantangnya jika maju pada Pilpres 2024.

Menurut dia, Anies Baswedan kerap di-bully atas sejumlah kebijakannya di DKI Jakarta, namun elektabilitasnya justru cenderung naik.


"Anies semakin di-bully semakin populer. Anies memang potensial jadi capres atau cawapres 2024," kata Ujang Komarudin.

Kendati begitu, lanjut Ujang Komarudin, ada sedikit catatan yang mesti dipertimbangkan oleh mantan Mendikbud itu. Antara lain, per 2022 dia sudah tidak lagi menjabat Gubernur DKI Jakarta dan tidak ada lagi kendaraan politik untuk mengerek elektabilitasnya itu.

"Anies harus berhitung karena 2022 tak lagi jadi Gubernur," tegas pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan, dari enam nama kepala daerah jika dicalonkan sebagai capres pada Pilpres 2024, elektabilitas Anies Baswesan mencapai 31,7 persen.

Posisi kedua Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 11,8 persen, lalu Walikota Surabaya Tri Rismaharini 9,9 persen, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 8,2 persen.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya