Berita

AHY (kiri) bakal punya bekal bagus menuju 2024 jika menjadi Ketum Partai Demokrat/Net

Politik

Pengamat: Posisi Ketum Demokrat Bisa Nambah Elektabilitas AHY Menuju 2024

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 11:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, diprediksi akan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres yang digelar Mei mendatang.

Jika putra sulung SBY itu menjadi Ketum Demokrat, maka jadi tambahan bekal untuk menghadapi Pilpres 2024. Sebab, status Ketum Demokrat pasti akan menambah elektabilitas AHY.

Begitu kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Selasa (25/2).


"AHY salah satu yang juga potensial maju 2024. Bekal utama nyapres 2024 itu elektabilitas. Arah mata angin kecenderungan Ketum Demokrat ke AHY," kata Adi Prayitno.

Menurut pengamat politik dari UIN Syarief Hidayatullah Jakarta ini, sosok AHY layak diperhitungkan oleh semua pihak. Termasuk para penantangnya di Pilpres 2024 mendatang, seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"AHY layak diperhitungkan," ucapnya.

Karena itu, Adi Prayitno menilai elektabilitas AHY perlu ditingkatkan kembali untuk meraih simpati publik dan bekal di Pilpres 2024. Salah satunya dengan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

"Elektabilitas itu bekal nyapres 2024. Itu berlaku pada siapa pun yang ingin maju. Tak bisa ditawar. Tinggal kerja politik maksimal menambah elektabilitas. Itu tantangan utamanya," demikian Adi Prayitno.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Bali Disiapkan Jadi “Dubai Baru”, Duit Asing Bebas Pajak

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:07

DPR Minta Pemerintah Cepat Terbitkan Aturan Turunan UU PPRT

Jumat, 08 Mei 2026 | 20:01

Dugaan Korupsi Dana APBD untuk Unsultra Dilaporkan ke KPK

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:57

DPR: Kode Etik Media Arus Utama Lebih Jelas Dibanding New Media

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:38

Tarumajaya Raih Paritrana Award Bukti Desa Berpihak kepada Rakyat

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:26

Polisi Sudah Periksa 39 Saksi Terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:15

Ekonomi Tumbuh (Tidak) Disyukuri

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:11

Ombudsman RI Bentuk Majelis Etik untuk Tegakkan Integritas dan Profesionalisme

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:10

Sejarah Erupsi Gunung Dukono Masa ke Masa

Jumat, 08 Mei 2026 | 19:06

PLN Bedah Mitigasi Risiko Pidana dalam Penerapan KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 08 Mei 2026 | 18:42

Selengkapnya