Berita

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus/Net

Nusantara

Bertemu Dirjen WHO, Menlu Retno Bahas Virus Corona Serta Penanganan Jangka Panjang

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 08:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, melakukan pertemuan untuk membahas situasi penyebaran virus corona atau covid-19 yang semakin memprihatinkan.

Dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI, disebutkan pembahasan terkait virus corona berlangsung di sela-sela High Level Segment Dewan HAM PBB Sesi ke-43, di markas besar PBB, Jenewa, Swiss, Senin (24/2).

“Koordinasi dan kolaborasi global dalam menangani penyebaran COVID 19 sangat penting untuk mengontrol dan mengatasi penyebaran virus tersebut,” ujar Retno.


Kolaborasi global dalam menangani virus mematikan ini bukan saja untuk mengatasi penyebarannya dalam jangka pendek, namun juga untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus sejenis dalam jangka panjang.

Dalam kesempatan itu, Retno menyampaikan dukungan terhadap strategi respon darurat yang dilakukan WHO selama ini, dan berharap WHO dapat berbagi keahlian (best practices) dalam penanggulangan COVID 19 sebagaimana dilakukan di negara lain.

Retno juga menyampaikan perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Hingga saat ini menurut data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI, belum ada kasus individu yang positif terjangkit virus ini di Indonesia,” terangnya.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengapresiasi peran Indonesia sebagai Ketua Forum Foreign Policy for Global Health (FPGH), yang mengusung tema “Affordable Healthcare for All” (Pelayanan Kesehatan Yang terjangkau Untuk Semua Orang).

Ia juga berpesan agar Indonesia terus siaga terhadap penyebaran COVID 19, walaupun hingga saat ini belum terdeteksi WNI yang terjangkit COVID 19 di Indonesia.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya