Berita

Ketua DPD RI bersama pimpinan penegak hukum dalam seminar nasional/Istimewa

Politik

Di Hadapan KPK-Polri-Kejaksaan, LaNyalla Curhat Banyak Pejabat Daerah Takut Ambil Kebijakan

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 00:21 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aparat penegak hukum diminta lebih mengedepankan upaya pencegahan dan tak mencari-cari kesalahan pemangku kebijakan di daerah. Sebab selama ini pejabat daerah kerap takut dalam mengambil kebijakan lantaran enggan berurusan dengan aparat hukum.

Hal itu ditegaskan Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam Seminar Nasional bertema 'Penegakan Hukum dalam Kerangka Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Percepatan Pembangunan Daerah' di Gedung Nusantara IV, Jakarta, Senin (24/2).

"Mereka takut bahkan ragu, termasuk dalam melaksanakan belanja daerah, karena adanya pengalaman berurusan dengan aparatur penegak hukum. Ini salah satu penyebab masih besarnya angka SILPA di banyak daerah,” tegas LaNyalla di hadapan Ketua KPK Firli Bahuri, Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono yang turut hadir.


Sejatinya, pihaknya sangat menghormati penegakan hukum secara baik dan benar. Namun yang tak kalah penting, percepatan pembangunan demi peningkatan pertumbuhan dan pemerataan juga perlu didukung.

"Semua harus bekerja untuk memajukan daerah. Mulai dari Gubernur, Bupati Walikota, Kepala Desa, bahkan sampai Kepala Sekolah. Ini karena mereka mengelola anggaran untuk masyarakat,” tandasnya.

Hal itu diamini oleh tiga pimpinn lembaga hukum yang hadir. Bahkan Wakapolri, Komjen Gatot menyampaikan bahwa kapolri telah memberi warning kepada seluruh jajaran di daerah, mulai dari Kapolda sampai ke bawah agar tidak main-main dengan program percepatan pembangunan.

“Laporkan langsung ke kami, pasti kami tidak lanjuti,” tegasnya.

Pun demikian dengan Jaksa Agung, ST Burhanuddin. Pihaknya akan memperhatikan atensi DPD RI, terutama terkait temuan di lapangan oleh DPD RI tentang masih banyaknya pejabat di daerah yang takut melakukan belanja anggaran.

“Terutama Kepala Desa ya, karena mungkin ketidaktahuan atau kelemahan di pemahaman administrasi pemerintahan. Itu akan menjadi perhatian kami. Tentu kami akan melihat dengan jernih, apakah kesalahan administrasi atau bukan," jelas Burhanuddin.

Di sisi lain, Ketu KPK, Firli Bahuri memastikn pihaknya tak akan melakukan kriminalisasi kepada siapapun.

“Kami akan melihat apakah ada mens rea (niat jahat) atau tidak. Pidana atau bukan. Itu sebagai landasan kami melakukan penyidikan,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya