Berita

Ketum PP ISNU Ali Masykur Musa/Net

Politik

Soal Omnibus Law Ciptaker, ISNU Minta Pemerintah Gencarkan Sosialisasi

SENIN, 24 FEBRUARI 2020 | 16:58 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Omnibus Law Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) telah menimbulkan banyak polemik di masyarakat, mulai jaminan hak-hak buruh, kebebasan pers dan juga adanya pasal yang mengatakan peraturan pemerintah memiliki kewenangan mengubah undang undang.

Merespons polemik itu, Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa meminta pemerintah lebih gencar melakukan sosialisasi terkait omnibus law.

Kata Ali, rencana pemerintah dalam menyederhanakan berbagai regulasi melalui sebuah undang-undang tidak boleh diputuskan tanpa melalui kajian yang matang dan mendalam.


"Sosialisasi ke masyarakat secara masif diperlukan sebelum omnibus law diundangkan. Masyarakat perlu tahu apa kelebihan dan kekurangan menyederhanakan berbagai regulasi tersebut," kata Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa, Senin (24/2).

Cak Ali -karib disapa- mendukung upaya pemerintah untuk penguatan perekonomian Indonesia. Meski demikian, Ali mengimbau pemerintah sebelum RUU Ciptaker dibahas bersama DPR perlu sosialisasi secara intensif.

“Berbagai pandangan para pakar dan ahli perlu kita dengarkan sebelumnya omnibus law itu diberlakukan," tambahnya. 

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya