Berita

Ilustrasi Santo Valentine/Net

Jaya Suprana

Hari Valentine

MINGGU, 23 FEBRUARI 2020 | 20:36 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KONON tanggal 14 Februari yang di masa kini kerap disebut sebagai Hari Valentine adalah hari wafatnya Santo Valentine pada sekitar tahun 270 berdasar kalender Masehi.

Namun beberapa sejarawan meyakini asal-usul perayaan Hari Valentine adalah festival Lupercalia yang memuja dewa pertanian Romawi bernama Faunus yang kebetulan juga bersamaan saat dengan festival selebrasi saudara kembar pendiri Roma, Romulus dan Remus.
Menjelang akhir abad X, Sri Paus Gelasius resmi menetapkan 14 Februari sebagai Hari Santo Valentine untuk menggantikan Lupercalia sebagai hari raya kaum kafir. Penyampaian ucapan Hari Valentine sebagai hari kasih-sayang secara tertulis dipelopori oleh Duke of Orleans, Charles pada tahun 1415 dengan menulis sebuah syair pertama mendirgahayu Hari Valentine yang didedikasikan kepada isterinya.

Amerika Serikat

Amerika Serikat

Adalah masyarakat kapitalis Amerika Serikat yang optimal memanfaatkan Hari Valentine dengan komestik hari kasih sayang sebagai kesempatan untuk menjual produk-produk mulai dari kartu ucapan, rangkaian bunga, pernik-pernik  sampai perhiasan supra mahal.

Bahkan rumah makan, hotel sampai biro perjalanan tidak mau ketinggalan laris-manis menjual produk khusus bersuasana Valentine pada Hari Valentine.

Tradisi merayakan Hari Valentine kemudian diekspor sama halnya dengan produk industri film Hollywood sebagai produk kebudayaan popular Amerika Serikat ke seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia.

Tidak diragukan lagi, Hari Valentine memiliki potensi cukup dahsyat sebagai enerji penggerak roda ekonomi.
Komersial

Berdasar kenyataan dapat disimpulkan bahwa di masa kini sebenarnya Hari Valentine lebih bersifat komersial ketimbang religius. Harus diakui bahwa para produsen produk Hari Valentine memang berjaya memposisikan produk kasih-sayang yang terbukti laris-manis dijual kepada mereka yang ingin menyatakan kasih-sayang kepada kekasih mereka masing-masing.

Di situ terbukti kedigdayaan para pemasar yang berhasil memasarkan produk komersial mereka dengan kedok kasih-sayang. Para ahli marketing berhasil mengaburkan kenyataan bahwa pada hakikatnya menyatakan kasih-sayang kepada kekasih sebenarnya dapat dilakukan tidak hanya terbatas pada tanggal 14 Februari saja.

Konsumtifisme

Sebenarnya pada setiap hari di antara 365 hari 5 jam 48 menit 45,1814 detik yang tersedia sepanjang tahun dapat dimanfaatkan untuk menyatakan kasih-sayang kepada kekasih. Kenapa harus 14 Februari ? Para produsen produk Valentine memang kreatif merekayasa peradaban konsumtifisme sehingga mampu mempengaruhi bahkan mendikte konsumen untuk bersemangat demi berlomba-lomba konsumtif membeli produk yang mereka jual.

Viva Marketing!

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dan peradaban dunia 

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya