Berita

Ilustrasi tambang ilegal/Net

Nusantara

Warga Pasuruan Laporkan Aktivitas Tambang Ilegal Ke Jokowi

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 22:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Presiden Joko Widodo diminta untuk segera menghentikan aktivitas tambang pasir dan batu ilegal yang diduga sudah berlangsung sejak tahun 2016 di Dusun Jurang Pelen 1 dan Jurang Pelen 2, Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, Pasuruan, Jawa Timur.

Tak hanya presiden, Mabes TNI juga diminta turun tangan karena kuat dugaan ada oknum TNI yang membekingi tambang tersebut.

"Kami minta Mabes TNI usut tuntas keterlibatan oknum TNI tang membackup penambangan ilegal itu," tegas kuasa hukum warga Gempol dari LBH Ansor Jatim, Otman Ralibi dalam keterangannya, Jumat (21/2).


Berdasarkan hasil investigasi pihaknya, ditemukan sejumlah fakta adanya aktivitas penambangan liar yang tidak berizin berupa galian tambang pasir dan batu atau sirtu.

"Kita laporkan ke Presiden Joko Widodo dan meminta untuk diusut tuntas," jelas Otman.

Presiden Jokowi juga diminta perintahkan instansi terkait seperti, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur, Bupati dan Kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan pelanggaran, baik administratif maupun pidana atas penambangan ilegal tersebut.

"Mewajibkan pihak korporasi penambangan ilegal untuk memberi kompensasi pada warga secara menyeluruh akibat kerusakan lingkungan," tandasnya.

Adapun laporan soal tambang ilegal tersebut disampaikan ke Presiden Joko Widodo pada Senin (10/2). Mereka mendesak tambang ilegal itu dihentikan agar kerusakan dan dampak yang diakibatkan tidak semakin meluas.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya