Berita

Ilustrasi korban virus corona Wuhan/Net

Politik

DKR Serukan Aksi Solidaritas Dan Doa Bersama Untuk Wuhan

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 21:07 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Wabah virus corona yang telah menyebar ke sejumlah negara kini menjadi persoalan internasional. Wabah yang menyebar dari Wuhan, China ini pun telah merenggut ribuan korban jiwa.

“Untuk itu Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) menyerukan aksi solidaritas dan doa bersama bagi keselamatan seluruh umat manusia, khususnya keselamatan rakyat China di Wuhan, Hubei, Republik Rakyat China,” tutur Pengurus Nasional DKR, Roy Pangharapan dalam aksi solidaritas dan doa bersama DKR Kota Depok, Jumat (21/2).

Meski telah menyebar ke beberapa negara, Roy menilai langkah yang dilakukan pemerintah China patut diapresiasi dalam upaya menghambat penularan wabah ke luar negeri.


“Kita bersyukur karena Presiden Xi Jinping telah berhasil mengatasi penyebaran Corona. Tindakan pemerintah China telah menyelamatkan dunia dari pandemik dunia. Kita bisa bayangkan kalau pemerintahan RRC lemah, corona terjadi diseluruh dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengajak kepada semua pihak di seluruh Indonesia melakukan aksi solidaritas dan doa untuk menghadapi ancaman wabah mematikan tersebut. Semua agama, suku dan bangsa dari manapun di seluruh dunia diminta membangun kerja sama global menyelamatkan seluruh umat manusia.

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta pemerintah menjalin solidaritas yang kongkrit kepada pemerintah China agar bisa menghadapi dampak wabah virus corona yang menyebabkan WHO mengumumkan Global Emergency.

“Dampak dari pengumuman itu lebih dahsyat dari virus Wuhan itu sendiri. Dunia menuju global shutdown. Hanya solidaritas dan kerja sama internasional yang bisa menyelamatkan dunia dari krisis yang lebih besar,” tegas Roy Pangharapan.

Aksi solidaritas ini juga dilakukan di berbagai kota di Indonesia, seperti di Semarang, Tangerang, Palembang, Pontianak, Mataram, Yogyakarta, Kediri, Bangkalan, Makassar, dan Bogor.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya