Berita

Megawati Soekarnoputri bersama Puan Maharani dan Prananda Prabowo/Istimewa

Politik

Megawati Bicara Pilpres, Andi Arief: Apakah 2024 Bangsa Ini Masih Ada?

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 16:35 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri berbicara mengenai kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 saat memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah, Rabu lalu (19/2).

Dalam pidatonya, Megawati mengingatkan jajarannya yang berusia tua lebih mendorong kaum milenial untuk maju, baik di Pilkada 2020 maupun di Pilpres 2024 mendatang.

"2024, saya berkehendak semuanya itu anak-anak muda yang maju. Sudah, cukup lah. Jangan pula mencari-cari tempat," ujar Megawati.


Mega juga menyinggung mengenai politik dinasti. Mengusung anak muda, jelas Mega, bukan berarti mendorong anak-anak kader PDIP yang belum tentu memiliki kemampuan.

"Jengkel loh saya, ngapain sih kayak enggak ada orang. Kader partai itu ya anak kalian juga loh. Gimana ya, kalau enggak anaknya sendiri, kalau enggak istrinya sendiri. Kalau enggak, ponakannya," ujar Megawati.

Namun demikian, pernyataan Mega yang mengangkat pesta demokrasi lima tahunan itu dinilai masih terlalu jauh. Politisi Demokrat, Andi Arief berpandangan ada permasalahan yang lebih penting untuk dibahas saat ini, dibanding Pilpres yang masih empat tahun lagi.

"Baiknya berembug masalah yang terjadi kini yang makin hari makin bertumpuk. Apakah tahun 2024 bangsa ini masih ada dan masih kuat menanggung beban? Ada yang mulai meragukan. Saatnya bicara masa kini," ujar Andi Arief di akun Twitternya, Jumat (21/2).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya