Berita

Retno Marsudi/Net

Politik

Di Laos, Menlu Minta Seluruh Negara ASEAN Dan China Bekerjasama Hadapi Corona

JUMAT, 21 FEBRUARI 2020 | 00:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Wabah virus corona baru (Covid-19) terus menjadi fokus agenda dalam hampir setiap pertemuan internasional.

Tidak terkecuali, pada saat pertemuan khusus seluruh menteri luar negeri ASEAN dan China (Special Meeting of ASEAN Coordinating Council) di Vientiane, Laos, Kamis (20/2).

Di hadapan para menteri lainnya, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, menegaskan pentingnya kerja sama seluruh negara ASEAN dan China untuk mencegah paparan dan mengentaskan wabah yang pertama kali ditemukan pada akhir tahun lalu tersebut.


“Wabah COVID-19 telah menjadi tantangan global yang tidak mengenal batas negara, kita tidak memiliki pilihan lain kecuali berkolaborasi," tegas Retno seperti keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL.

Dalam rangka meningkatkan kolaborasi tersebut, Retno menjelaskan ada tiga langkah penting yang harus dilakukan. Pertama, pertukaran informasi sebagai tindakan untuk mengontrol dan meminimalkan dampak wabah Covid-19.

Untuk langkah ini, kata Retno, Indonesia mengusulkan adanya jalur komunikasi hotline antara ASEAN dan China guna melakukan pertukaran informasi terbaru.

Langkah selanjutnya adalah memperkuat mekanisme untuk menghadapi krisis akibat Covid-19. Dalam hal ini, Retno mengatakan pengalaman ASEAN dan China ketika menghadapi SARS pada 2003 harus dimanfaatkan dengan baik dan maksimal.

Sebagai langkah nyata, Indonesia mengusulkan dibentuknya ASEAN-China Ad hoc Health Ministers Joint Tast Force atau satuan tugas (satgas) sementara para menteri kesehatan ASEAN dan China.

Satgas ini, kata Retno dapat memfokuskan kerja sama untuk pertukaran informasi dan data khusus penanganan wabah Covid-19, pertemuan tim ahli dan mendorong riset dan produksi bersama untuk deteksi virus dan vaksin.

"Komunikasi dan edukasi publik terkait wabah Covid sangat penting untuk mencegah kepanikan dan kebingunan masyarakat akibat wabah ini," lanjut Retno.

Dalam hal ini, Retno menegaskan pentingnya kampanye yang terkoordinasi untuk memberikan kepercayaan dan sentiment publik yang baik untuk mencegah stigmatisasi dan meminimalkan berita bohong (hoax) yang hanya akan memperburuk situasi.

Terakhir, Retno juga menyampaikan bahwa Indonesia siap berbagi pengalaman dalam penanganan wabah dan penyakit tropis.

Dia juga mengapreasi pemerintah China yang telah ikut bekerja dalam proses evakuasi 237 WNI dan seorang WNA (suami WNI) dari Provinsi Hubei pada 1 Februari lalu.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya