Berita

Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Megawati Cari Dukungan Publik Untuk 'Melibas' Putra Jokowi

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 18:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mencari dukungan publik untuk melawan politik oligarki di partainya.

Rabu kemarin (19/2), saat pengumuman 49 pasangan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah untuk Pilkada 2020, Megawati meminta agar kader partai tidak memaksakan anggota keluarga masuk dan berlaga di dunia politik, apalagi kalau tidak memiliki kemampuan.

"Pidato Megawati itu untuk mencari dukungan publik. Agar anak (anggota keluarga) yang tidak siap, jangan dipaksakan calon," kata Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima), Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (20/2).


Menurut Sya'roni, kalau publik sudah mendukung Megawati atas pidatonya itu, dia berpeluang tidak mencalonkan putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pilkada Solo.

"Saya meilihat Megawati cari dukungan publik untuk 'melibas' putra Jokowi," terangnya.

Saat pengumuman 49 pasangan cakada, tidak ada dari Solo. Padahal, kota berjuluk The Spirit of Java itu adalah daerah penting sekaligus basis partai banteng.

Sebelum nama Gibran mencuat dan menguat, jauh hari PDIP Solo sudah memutuskan kandidat yang akan diusung, yaitu Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. Purnomo adalah petahana wakil walikota, sementara Teguh menjabat ketua DPRD. Keduanya adalah kader PDIP.

Sya'roni sebelumnya mengatakan, pidato tersebut jelas menyindir Jokowi. Namun, dengan menunda pengumuman kandidat cakada di Solo, menandakan Megawati tidak memiliki kekuatan penuh lagi di partai, terutama di Solo.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya