Berita

Sejumlah menteri dan Panglima TNI melakukan rakor untuk mengevakuasi WNI dari kapal pesiar Diamond Princess/RMOL

Nusantara

Bakal Evakuasi WNI Awak Kapal Pesiar Diamond Princess, Pemerintah Siapkan 2 Opsi

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 13:56 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Setelah sukses memulangkan 238 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, kini Pemerintah berencana mengevakuasi awak kapal pesiar Diamond Princess asal Indonesia.

Untuk itu, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menggelar rapat koordinasi tingkat Menteri terkait rencana tindak lanjut penanganan WNI dari kapal Princess Diamond Jepang, Kamis (20/2). Termasuk membahas langkah antisipasi masuknya wabah virus tersebut ke Indonesia.

Digelar di ruang rapat lantai 8 Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat, rapat koordinasi tingkat Menteri itu juga dihadiri Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.


Muhadjir menjelaskan, pemerintah berinisiatif untuk segera mengevakuasi 74 awak kapal WNI yang berada di kapal pesiar Princess Diamond tersebut. Ada 2 opsi yang kemungkinan akan dilakukan pemerintah untuk mengevakuasi.

"Ada beberapa opsi yang masih akan kita konsultasikan kepada bapak presiden, nanti akan menunggu keputusan bapak presiden," jelasnya, Kamis (20/2).

Opsi pertama, pemerintah akan menjemput para awak dengan menggunakan kapal, dan opsi kedua melalui udara. Dua opsi tersebut, lanjut Muhadjir, sudah diperhitungkan kelebihan dan kekurangannya.

Namun untuk mereka yang dinyatakan terjangkit, pemerintah memutuskan untuk tidak ikut dievakuasi, karena para awak akan menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Jepang.

Sampai dengan hari ini, Kamis (20/2), jumlah WNI yang jadi kru kapal pesiar Diamond Princess yang positif terinfeksi virus corona adalam empat orang.

"Kalau yang positif nggak boleh (dievakuasi). Dirawat di sana. Sudah dirawat di darat, di beberapa RS di Jepang," jelas Muhadjir.

Terkait detail opsi evakuasi seperti apa, Muhadjir dan menteri lainnya belum bisa banyak berkomentar. Bahkan Menkes Terawan tidak mengeluarkan sepatah kata pun dalam konferensi pers tersebut.

Muhadjir hanya menegaskan akan langsung menghadap presiden hari ini di Istana untuk membahas rencana evakuasi ini.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

PKS Minta Pemerintah Fokus Reformasi Kebencanaan, Bukan Merger Besar-Besaran

Kamis, 10 September 2026 | 10:25

Minyak Dunia Kembali Membara, Rupiah Tertekan ke Rp17.528 per Dolar AS

Kamis, 10 September 2026 | 10:10

Prabowo Bicara Masa Depan RI: 2050 Jadi Kekuatan Besar Dunia

Kamis, 10 September 2026 | 10:06

Usai Tiga Hari Ambruk, Harga Emas Antam Kembali Naik

Kamis, 10 September 2026 | 09:57

KPK Bidik Pemilik PT CMC dan Cara Dapat Proyek di Bengkulu

Kamis, 10 September 2026 | 09:39

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Imparsial: Status Tak Boleh Beri Jalur Hukum Khusus

Kamis, 10 September 2026 | 09:38

IHSG Dibuka Hijau, Investor Cermati Sentimen Global

Kamis, 10 September 2026 | 09:31

Mentan Amran Berduka, Tiga Petugas Pertanian Tewas Ditembak di Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 | 09:18

Prabowo Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kerukunan dalam Demokrasi

Kamis, 10 September 2026 | 09:11

Bupati Lahat: Indonesia Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Kamis, 10 September 2026 | 09:04

Selengkapnya