Berita

Nurul Arifin/Net

Politik

Mengaku Kecolongan, Fraksi Golkar Tarik Dukungan Dari Pembahasan RUU Ketahanan Keluarga

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 13:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anggota Badan Legislatif (Baleg) dari Fraksi Partai Golkar merasa kecolongan terkait adanya RUU Ketahanan Keluarga yang masuk Prolegnas 2020. Sebab, dalam RUU tersebut negara dianggap terlalu jauh mengintervensi urusan domestik keluarga.

Atas dasar itu, Fraksi Partai Golkar secara tegas menarik dukungan pembahasan RUU tersebut.

Demikian disampaikan Kapoksi Baleg Fraksi Partai Golkar, Nurul Arifin dalam keterangannya, Kamis (20/2).


"Kami menarik dukungan terhadap RUU Ketahanan Keluarga ini. Tidak seharusnya urusan domestik cara mengurus dan mengasuh anak diintervensi negara," tegasnya.

Menurut Nurul Arifin, setiap keluarga memiliki entitasnya masing-masing yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Alih-alih RUU ini sangat berorientasi menafikan heterogenitas keluarga.

"Alasan tentang tanggung jawab negara terhadap kesejahteraan dan lain-lain, negara sudah memiliki banyak program, seperti PIP, PKH, BPJS dan sebagainya," jelasnya.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini sejak awal sudah keberatan digulirakannya RUU Ketahanan Keluarga di Badan Legislatif.

"Saya di Baleg sudah berkeberatan sejak RUU tersebut dipresentasikan," tuturnya.

Golkar merasa kecolongan ada salah satu anggotanya yang ikut mengusung RUU Ketahanan Keluarga di Baleg DPR.

"Seharusnya yang bersangkutan berkonsultasi dan presentasi kepada fraksi sebelum menjadi pengusung suatu RUU," sesal Nurul Arifin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya