Berita

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, AHY/Net

Politik

AHY Lebih Berpeluang Maju Di Pilpres 2024 Ketimbang Sandi Dan Ridwan Kamil

KAMIS, 20 FEBRUARI 2020 | 12:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pilpres 2024 memang masih lama digelar, namun sejumlah nama mulai digadang sebagai calon yang akan bertarung menjadi pengganti Joko Widodo. Nama itu salah satunya adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Bagi Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedy Kurnia Syah kemunculan nama putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu cukup beralasan.

Bahkan menurutnya, AHY lebih berpeluang jika dibandingkan dengan nama mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.


"AHY secara gestur personal memiliki peluang. Jika dibandingkan Sandiaga dan Ridwan Kamil, AHY lebih berpeluang untuk digadang di 2024," katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Kamis (20/2). 

Dengan catatan, kata Dedy Kurnia, AHY harus gencar melakukan kerja-kerja politik sejak saat ini. AHY harus benar-benar mempersiapkan diri karena Pipres 2024 nanti merupakan ajang pertarungan para tokoh baru.

"Memiliki peluang, hanya saja harus segera dibangun jalannya sejak hari ini," ujarnya.

Menurut Dedy Kurnia, AHY memiliki modal yang cukup kuat untuk Pilpres 2024 dengan pengalaman serta latar belakang yang dimilikinya. Mulai dari modal kultural hingga penguasaan panggung politik dan cenderung tidak terlibat kontroversi.

"Modal kultural AHY ada, militer, Jawa, dan tentu muda yang tidak dipaksakan. Termasuk pembawaan AHY yang tenang. Jika dibandingkan dengan Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, Anies, Puan Maharani, AHY jauh lebih siap dibangunkan panggung," demikian pengamat politik asal Universitas Telkom ini.  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya