Berita

Napiter bebas setelah jalani masa hukuman/RMOLJatim

Pertahanan

Napi Teroris Dinyatakan Bebas Meski Belum Akui NKRI

RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 11:19 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setiawan Hadi Putra (36) narapidana teroris (napiter) dinyatakan bebas murni. Setiawan Hadi Putra yang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ngawi dibebaskan pada Rabu pagi (19/2).

Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas II B Ngawi, Darianto mengatakan, Setiawan Hadi Putra bebas setelah menjalani hukuman selama 2 tahun 8 bulan di Lapas Kelas II B Ngawi.

Setiawan Hadi Putra dipindahkan ke Lapas Ngawi sejak 17 Juni 2017. Sebelumnya pria yang divonis 4 tahun penjara ini menjalani hukuman di Mako Brimob.


“Setiawan Hadi bebas murni karena sudah selesai menjalani masa pembinaan. Yang bersangkutan ditahan di dua tempat berbeda. Pertama di Mako Brimob kemudian dipindah ke Lapas Ngawi,” jelas Darianto dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (19/2).

Ditambahkan Darianto, selama menjalani setengah dari masa hukumanya di Lapas Ngawi Setiawan Hadi Putra tidak pernah membuat masalah. Hanya saja setiap kegiatan upacara bendera di dalam lapas ataupun peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Setiawan Hadi tidak mau mengikuti.

“Yang bersangkutan sehari-hari sangat baik. Hanya saja dia belum mau mengakui NKRI. Dengan bebasnya Setiawan Hadi Putra, tidak ada lagi Napiter di Lapas klas II B Ngawi,” imbuhnya.

Demi keamanan, kepulangan Setiawan Hadi Putra ke kampung halamanya di Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima Nusa Tenggara Barat, pihak Lapas klas II B berkoordinasi dengan Polres Ngawi untuk memfasilitasi.

“Untuk keamanan saja, kita koordinasi baik dari Polres maupun Kodim agar difasilitasi kepulangannya. Dan setelah keluar dari Lapas yang bersangkutan langsung diantar menggunakan mobil menuju bandara kemudian diterbangkan ke NTB,” pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya