Berita

Evi Novida Ginting/RMOL

Politik

KPU Pakai Silon Untuk Deteksi Dukungan Ganda Calon Perseorangan Pilkada

RABU, 19 FEBRUARI 2020 | 00:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persiapan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah memasuki tahap pendaftaran calon kepala daerah perseorangan, alias bukan usulan partai politik.

Dari beberapa hal yang dipersiapkan KPU, salah satunya adalah mulai menerapkan sistem informasi pencalonan (Silon).

Komisioner KPU RI Evi Novida Ginting menjelaskan, pihaknya sengaja menerapkan Silon di Pilkada Serentak tahun ini.


Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, terdapat kecurangan yang dilakukan dalam bentuk data ganda dukungan pencalonan .

"Silon ini sekarang sistemnya sudah bekerja. Jadi kalau ada indikasi data pendukung itu sama (ganda) maka dia akan menolak," terang Evi Novida Ginting di Kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/2).

"Jadi kegandaan internal ini bisa kita pastikan sudah sangat minim sekali, bisa-bisa tidak ada lagi. Ini yang sudah kita siapkan dalam Silon ini," sambungnya.

Meski penerapan Silon ini bersifat digital, Evi Novida memastikan bahwa persyaratan administratif dukungan masih melalui lampiran kartu tanda penduduk (KTP) konstituennya.

Oleh karena itu, dia mengimbau agar semua calon kepala daerah bisa beradaptasi dengan baik setelah diterapkannya Silon ini.

"Jadi ada yang disebut kegandaan internal adalah satu nama orang bisa muncul berkali-kali. Satu KTP bisa di kopi berkali-kali, untuk memenuhi jumlah syarat dukungan," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya