Berita

Natalius Pigai/Net

Pertahanan

Natalius Pigai Minta Jokowi Segera Hentikan Operasi Militer Di Papua

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 22:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Aktivis kemanusiaan asal Papua, Natalius Pigai menyebutkan bahwa penerapan otonomi khusus di Papua bukanlah solusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Bumi Cenderawasih.

Menurut Pigai, kekerasan dan kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Papua telah dirancang secara sitematis.

"Serangkaian pembunuhan dan pembantaian di Papua semakin membrutal pada era otonomi khusus,  maka sangat wajar jika Indonesia dan Rakyat Papua mencari jalan keluar melalui alternatif lain selain Otonomi Khusus," kata Pigai, Jakarta (18/2).


Pigai menuding otonomi khusus lahir dari proses negosiasi dan dalam pantauan dunia internasional. Kondisi masyarakat Papua yang semakin terdidik membuat mereka melakukan perlawanan untuk menentang segala bentuk kejahatan.

"Sebagai aktivis kemanusiaan, saya pahami bahwa serangkaian perlawanan Rakyat Papua tahun 2019 memberi pesan tegas akan terjadi perlawanan sipil secara masif," tandasnya.  

Mantan Ketua Komnas HAM itu mengusulkan kepada pemerintah Joko Widodo untuk segera menghentikan segala bentuk operasi militer untuk mengendalikan situasi keamanan di Papua.

"Saya mau beri saran sebaiknya operasi militer dihentikan dan mencari solusi penyelesaian Papua secara bermartabat," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya