Berita

Reaktor nuklir Barakah UEA/Net

Muhammad Najib

Reaktor Nuklir Barakah Menjadi Reaktor Nuklir Pertama Di Dunia Arab?

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 14:55 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

UNI Emirat Arab (UEA) mengumumkan, reaktor nuklir Barakah yang dibangunnya akan menjadi reaktor nuklir yang pertama beroperasi di dunia Arab. Menurut rencana reaktor nuklir Barakah terdiri dari empat reaktor yang dibangun perusahan asal Korea Selatan ini baru akan selesai dan dapat dioperasikan tahun 2017.

Pembangunan reaktor nuklir Barakah berjalan mulus berkat perlindungan Amerika Serikat melalui perjanjian UAE 123 Agreement for Peaceful Civilian Nuclear Energy Cooperation yang ditandatangani tahun 2009.

UEA bukanlah negara Arab yang pertama membangun reaktor nuklir dalam arti sebenarnya, karena ada negara Arab lain yang jauh lebih dahulu melakukannya.


Iraq dengan bantuan perusahan asal Perancis telah memulai tahun 1979 dengan membangun tiga reaktor di wilayah Al Tuwaitha di Selatan kota Bagdad.

Tahun 1981 reaktor utama yang bernama Osirak dihancurkan Israel melalui serangan udara dengan menggunakan jet tempur jenis F-16 buatan Amerika. Dan dua yang lainnya dihancurkan Amerika tahun 1991 pada saat Perang Teluk sesudah invasi Irak ke Kuwait.

Negara Arab lain yang juga pernah membangun reaktor nuklir adalah Libia. Libia mulai membangun reaktor nuklirnya pada tahun 1981 di wilayah Tajura dengan bantuan perusahan asal Rusia. Tekanan bertubi-tubi dari Amerika memaksa Presiden Muammar Khadafi waktu itu untuk membekukan program nuklirnya.

Iran yang menjadi tetangga UEA sudah jauh meninggalkan negara-negara Arab dalam hal nuklir. Ia memulai tahun 1950 dengan dibantu Amerika, akan tetapi perkembangannya sangat lamban. Baru tahun 1973 program nuklir Iran berkembang pesat.

Tahun 1979 terjadi Revolusi yang dipimpin Ayatullah Khomaini. Sejak saat itu bantuan Amerika dihentikan. Iran mengalihkan kerjasama nuklirnya dengan Perancis, Argentina, dan Rusia. Akan tetapi yang memberikan bantuan signifikan hanyalah Rusia yang ikut menangani reaktor nuklir terpenting yang berlokasi di Busher.

Program nuklir Iran terus diganggu oleh Amerika dan Israel sampai sekarang. Iran belum mengembangkan kemampuan reaktornya untuk membuat bom, meskipun bisa bila mau.

Negara lain di Timur Tengah yang paling maju dalam teknologi nuklir adalah Israel. Perlu diketahui bahwa teknologi nuklir tidak hanya terkait langsung dengan energi listrik dan bom, akan tetapi juga sangat berhubungan dengan teknologi kedokteran, pertanian, peternakan, keamanan, dan lain-lain.

Berkat tidak adanya gangguan dari negara lain, Israel telah berhasil dan memiliki bom nuklir, walaupun jumlahnya masih dirahasiakan.

Kini Turki juga bertekad untuk membangun reaktor nuklir yang diharapkan akan beroperasi tahun 2023. Rusia secara terbuka memberikan bantuan teknis dan dukungan politik untuk reaktor nuklir Turki yang akan dibangun di Akkuyu, di pesisir Laut Tengah.

Melihat persoalan nuklir di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari masalah perlombaan senjata, masalah politik, dan kemajuan peradaban dalam arti melek teknologi. Terlepas dari kontroversi yang muncul, inisiatif Pangeran Muhammad bin Zayid al-Nahyan Putra Mahkota UEA perlu mendapat apresiasi.

Selain masalah nuklir, sang Putra Mahkota yang dinegrinya lebih populer dengan sebutan MBZ ini juga memiliki reputasi sebagai pejabat yang sadar peradaban. Ia membangun sejumlah universitas yang berorientasi ekonomi, sain dan teknologi yang berkualitas. Ia membangun pusat-pusat riset dengan alokasi anggaran yang sangat besar. Ia berhasil melakukan penghijauan padang pasir seluas ribuan hektar.

Dan yang paling spektakuler adalah ia telah berhasil mengirimkan Astronot pertama Bangsa Arab ke ruang Angkasa bersama para  Astronot Amerika, Rusia, dan Eropa.

Semoga langkahnya dapat menjadi contoh negara-negara Arab lain, khususnya yang kaya minyak yang tergabung dalam GCC, agar berhenti bermewah-mewah dan berfoya-foya kemudian mengalihkan hasil kekayaan yang diperolehnya dari minyak dan gas untuk sesuatu yang lebih bermanfaat bagi bangsa dan negaranya. Saya kira semua ini merupakan bagian dari Amal Salih. Wallahua'lam.

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Kini Posko Pengungsian Korban Gempa NTT Tersedia Internet Gratis

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:45

HUT ke-81 RI Momen Memperkuat Kebersamaan dan Gotong Royong

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:28

Merdeka Bernegara, Jalan Panjang Berbangsa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:00

32 Kendaraan Hias Semarakkan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara di Monas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:50

Langkah Cepat Polri Tangani Korban Gempa NTT Tuai Apresiasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:30

Polda Malut Terima 16 Senjata Api Ilegal dari Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:05

Saatnya Indonesia Berdaulat dalam Sektor Pangan dan Energi

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:45

Upaya Menjaga Kedaulatan Pilihan Pengurus NU

Senin, 17 Agustus 2026 | 23:22

BCA dan Pegadaian Luncurkan Layanan Tabungan Emas di myBCA

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:51

Listrik dan Telekomunikasi di Flores Hampir Pulih 100 Persen

Senin, 17 Agustus 2026 | 22:50

Selengkapnya