Berita

Akbar Faizal/Net

Politik

Akbar Faizal Serang Nasdem, Pengamat: Itu Soal Kekecewaan Saja

SELASA, 18 FEBRUARI 2020 | 10:11 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Hasil riset yang dirilis Nagara Institute (NI) disinyalir tak lepas dari kekecewaan Akbar Faizal.

Karena, hasil riset tersebut secara tegas menyerang Partai Nasdem yang disebutkan sebagai partai paling oligarkis, lantaran 33,90 persen anggota DPR fraksi Nasdem terpapar dinasti politik.

Politikus Nasdem, Akbar Faizal, yang memimpin lembaga kajian politik tersebut pun disebut-sebut memiliki motif tertentu. Dia dianggap telah "menyerang" Nasdem, meskipun dengan pendekatan ilmiah melalui riset.


"Jika dia menyerang itu bentuk kekecewaan yang mendalam ke Nasdem. Karena dia tidak terpilih lagi menjadi anggota DPR dari Nasdem. Sebabnya bisa saja dia kalah oleh kekuatan dinasti politik di Dapilnya," kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu di Jakarta, Selasa (18/2).

Menurut Ujang Komarudin, Akbar Faizal yang saat ini menjadi Direktur Eksekutif Nagara Institute gagal melenggang ke Senayan. Maka tidak heran jika muncul asumsi demikian.

"Kecewa karena Nasdem mencalonkan orang lain yang dianggap dinasti politik dan menang. Sedangkan Akbar Faizal kalah. Itu soal kekecewaan saja," tutup pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya