Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Wajar Prabowo Menteri Terbaik, Survei Capres Saja Nomor Dua

SENIN, 17 FEBRUARI 2020 | 19:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sebuah kewajaran bila menempatkan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto sebagai menteri terbaik di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Maruf Amin.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, predikat menteri terbaik yang dihasilkan survei Indobarometer itu sudah diprediki karena posisi Prabowo selain sebagai Ketua Umum Gerindra, juga pernah bertarung sebagai calon presiden penantang Joko Widodo.

Status capres 2019 inilah yang membuat Prabowo layak disebut sebagai menteri terbaik dalam jajaran 10 menteri Kabinet Indonesia Maju.


"Ya karena survei Capres pun Prabowo nomor dua. Jadi wajar kalau survei menterinya nomor satu," kata Fahri Hamzah di kawasan GBK, Jakarta, Senin (17/2).

Dalam survei Indobarometer yang dilakukan pada 9-15 Januari 2020, Prabowo menjadi menteri yang dinilai publik paling baik kinerjanya dengan persentase 26,8 persen. Disusul Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sebesar 13,9 persen; Menteri BUMN, Erick Thohir 12,6 persen; Menko Polhukam, Mahfud MD 7,3 persen. Disusul Mendikbud, Nadiem Makarim 5,2 persen; Menteri PUPR, Basuki Hadi Mulyono 1,8 persen; Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo 1,4 persen; dan Mendagri, Tito Karnavian 1,4 persen.

Prabowo juga menjadi menteri yang paling dikenal publik dengan persentase 18,4 persen. Disusul Sri Mulyani Indrawati dengan 10,6 persen, Erick Thohir 8,2 persen, Mahfud MD dikenal sebanyak 7,9 persen responden, Nadiem Makarim 5,3 persen, Luhut B Panjaitan 5,2 persen, Tito Karnavian 5 persen. Kemudian Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko 3,2 persen; Menteri KKP, Edhy Prabowo 2,4 persen; dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung 2,2 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya